SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Plafon dua ruang kelas di SD Negeri Ngasinan IV, Desa Ngasinan, Kecamatan Bulu, ambrol pada Rabu (29/4) pagi.
Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa karena belum ada siswa yang berada di dalam kelas saat kejadian.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, mengatakan plafon yang ambrol terjadi di ruang kelas 2 dan kelas 3. Kerusakan terparah berada di ruang kelas 3 karena rangka penyangga ikut runtuh.
Baca Juga: Aksi Cepat Warga Gagalkan Pencurian HP, Tiga Pelaku Dibekuk Polresta Surakarta
“Ini karena kondisi bangunan sudah lapuk. Wilayah pegunungan seperti ini rawan rayap, kayu sudah lama dan rapuh. Ditambah hujan deras semalam, akhirnya plafon dan atap ambrol,” ujarnya, Rabu (29/4).
Ia menjelaskan, ruang kelas 2 masih memungkinkan digunakan setelah dilakukan pembersihan. Namun ruang kelas 3 untuk sementara tidak bisa dipakai sehingga kegiatan belajar mengajar harus dipindahkan ke ruang lain.
Saat kejadian, siswa kelas 3 sedang mengikuti pelajaran olahraga di luar kelas sehingga terhindar dari risiko tertimpa reruntuhan. Setelah kegiatan selesai, para siswa langsung dipulangkan demi keselamatan.
“Yang terdampak kelas 3. Untungnya mereka sedang olahraga, jadi tidak ada di dalam kelas. Untuk sementara akan kami atur penjadwalan ulang dan gunakan ruang lain,” jelasnya.
Perbaikan Darurat Gunakan Kayu Bekas
Baca Juga: Menyoroti Isu Mental Health, Hindia Jadi Playlist Wajib Anak Rantauan
Untuk penanganan awal, Disdikbud Sukoharjo mengerahkan paguyuban penjaga sekolah (School Guard) guna membersihkan material runtuhan dan melakukan perbaikan darurat.
Namun, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama. Saat ini tidak tersedia dana khusus untuk rehabilitasi bangunan sekolah, sehingga pihak dinas harus mencari alternatif.
“Kami tidak punya anggaran rehab saat ini karena sebelumnya terkena refocusing. Jadi sementara kami cari kayu bekas bongkaran dari sekolah lain agar ruang bisa digunakan kembali,” terang Havid.
SD Negeri Ngasinan IV sendiri memiliki sekitar 50 siswa, sehingga kebutuhan ruang belajar yang aman dan layak menjadi hal mendesak.
Baca Juga: Hari Tari Dunia di Sukoharjo Meriah, Ratusan Penari Tampil Bersama Mbah Mugi
Pihak Disdikbud berharap usulan rehabilitasi dapat segera masuk dalam perubahan anggaran tahun ini dan mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
“Kami akan laporkan ke Ibu Bupati agar bisa segera mendapatkan anggaran. Sekolah ini tetap butuh perhatian supaya anak-anak bisa belajar dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (kwl/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto