SUKOHARJO, SOLOBALAPAN.COM – Kebakaran melanda gudang SMP Negeri 3 Tawangsari yang berada di Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo, Selasa (28/4/2026) sore.
Insiden tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp125 juta.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo, Havid Danang Purnomo Widodo, membenarkan kejadian tersebut.
Baca Juga: Pendaki Gunung Lawu Berselisih di Puncak, Pengelola Pastikan Sudah Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Ia menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 14.45 WIB saat saksi melihat kepulan asap dari atap ruang gudang sekolah.
“Setelah dicek, api sudah membakar sebagian kerangka atap ruang gudang. Dugaan sementara berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merembet ke material atap,” ujarnya.
Menurutnya, material atap yang terbakar kemudian jatuh ke dalam gudang dan mengenai sejumlah benda mudah terbakar, seperti tumpukan kayu bekas meja dan kursi serta ban bekas yang sebelumnya disiapkan untuk lomba taman sekolah. Kondisi tersebut membuat api sempat membesar di dalam ruangan.
Pihak sekolah segera melaporkan kejadian itu kepada Kasi Trantib Kecamatan Tawangsari yang diteruskan ke Camat Tawangsari untuk menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran serta menyampaikan laporan kepada Dinas Pendidikan.
Sekitar 30 menit setelah laporan diterima, dua armada pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman serta lokalisir api agar tidak merembet ke bangunan lain.
“Sekitar pukul 15.30 WIB api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan situasi dapat dikendalikan. Syukur alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” lanjut Havid.
Berdasarkan data sementara, nilai aset gudang sebelum terbakar ditaksir mencapai Rp250 juta. Sementara itu, kerugian akibat kebakaran diperkirakan sekitar Rp125 juta.
Kerusakan utama meliputi struktur atap gudang serta musnahnya sejumlah aset seperti kayu bekas meja kursi dan material ban bekas.
Saat ini, tim inventaris sekolah masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan total kerugian secara rinci.
Sebagai tindak lanjut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memastikan penyebab pasti kebakaran.
Selain itu, area gudang telah disterilkan untuk mencegah potensi bahaya bagi siswa dan warga sekolah. Dinas Pendidikan juga menginstruksikan seluruh sekolah, khususnya yang memiliki bangunan lama, untuk melakukan audit instalasi listrik sebagai langkah antisipasi.
“Kami meminta seluruh sekolah lebih waspada, terutama terhadap potensi kebakaran dari aktivitas pembakaran sampah maupun instalasi listrik yang sudah tua. Keselamatan siswa dan lingkungan sekolah harus menjadi prioritas utama,” tegasnya. (kwl/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto