Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Ngantuk di Jalan Lurus, Truk Hantam Pohon di Wonogiri, Satu Nyawa Melayang

Iwan Adi Luhung • Senin, 20 April 2026 | 17:06 WIB
NAHAS : Kecelakaan tunggal truk di Wonogiri Senin (20/4/2026) dini hari diduga akibat sopir mengantuk. (ISTIMEWA)
NAHAS : Kecelakaan tunggal truk di Wonogiri Senin (20/4/2026) dini hari diduga akibat sopir mengantuk. (ISTIMEWA)

 

WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Kecelakaan lalu lintas kembali menelan korban jiwa. Sebuah truk Mitsubishi Colt bernomor polisi AG-8638-EF yang mengangkut puluhan karung daun jeruk mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Wonogiri–Ngadirojo, tepatnya di depan Gapura SMKN 2 Wonogiri, wilayah Bulusari, Desa Bulusulur, Senin (20/4/2026) dini hari.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.20 WIB itu menyisakan duka mendalam. Satu orang penumpang dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah kendaraan yang ditumpanginya menghantam pohon di tepi jalan.

Baca Juga: Geger! Isu Hubungan Terlarang Feby Belinda Istri Ahmad Sahroni dan Drummer Band 90-an Mencuat, Netizen Sebut Nama Yoyo Padi?

Menurut keterangan pihak kepolisian, truk melaju dari arah Ngadirojo menuju Kota Wonogiri saat insiden terjadi. Jalan yang relatif lurus dan kondisi penerangan yang cukup justru menegaskan bahwa kecelakaan ini bukan semata persoalan teknis jalan.

Kasat Lantas Polres Wonogiri, Julius Marlon Gawe, menyebut dugaan kuat mengarah pada faktor kelelahan pengemudi.

“Kendaraan diduga keluar dari badan jalan kemudian menabrak pohon akasia di tepi jalan,” jelasnya.

Nyawa Tak Terselamatkan

Korban diketahui bernama H. Sugiyono (46), warga Tulungagung. Ia mengalami luka berat berupa patah tulang terbuka pada kaki kanan dan sempat terjepit di dalam kabin truk.

Meski upaya evakuasi dilakukan, nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian dan langsung dibawa ke RSUD Wonogiri.

Ironisnya, pengemudi truk yang merupakan anak kandung korban selamat tanpa luka fisik. Namun, trauma yang ditinggalkan dipastikan tidak ringan—sebuah beban psikologis yang harus ia tanggung setelah kehilangan ayahnya dalam satu perjalanan yang sama.

Baca Juga: Transportasi Publik Solo Tetap Jadi Andalan, dari BST hingga Becak yang Bertahan di Tengah Modernisasi

Kelalaian yang Terus Berulang

Kecelakaan akibat mengantuk bukanlah kasus baru, namun terus berulang tanpa pembelajaran berarti. Jalan lurus, kendaraan laik jalan, dan kondisi lalu lintas yang relatif sepi justru sering menjadi kombinasi berbahaya ketika pengemudi kehilangan konsentrasi.

Dalam banyak kasus, rasa lelah sering diabaikan. Padahal, dalam hitungan detik, kantuk bisa menghilangkan kendali dan mengubah perjalanan biasa menjadi tragedi.

Imbauan yang Sering Diabaikan

Pihak kepolisian kembali mengingatkan pentingnya memastikan kondisi fisik sebelum berkendara, terutama pada malam hingga dini hari yang rawan memicu kelelahan.

“Jika merasa lelah atau mengantuk, segeralah beristirahat. Keselamatan adalah yang utama,” tegasnya.

Namun, imbauan ini kerap hanya menjadi formalitas yang diulang setiap kali kecelakaan terjadi—tanpa benar-benar diinternalisasi oleh para pengguna jalan.

Baca Juga: Fadly Alberto Hengga Dicoret dari Timnas Indonesia U-20 Buntut Tendangan Kungfu di EPA, Nova Arianto Geram Setengah Mati

Peristiwa di Wonogiri ini menjadi pengingat keras: di balik setiap kecelakaan, sering kali bukan sekadar nasib buruk, melainkan keputusan yang diambil—untuk terus melaju meski tubuh sudah tak lagi mampu. (al/an)

 
 
Editor : Andi Aris Widiyanto
#Jalan Raya Wonogiri-Ngadirojo #sopir mengantuk #wonogiri #Kecelakaa #kecelakaan truk