SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Relawan Bara JP kembali menyambangi kediaman Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, di Solo, Selasa (14/4/2026).
Pertemuan ini dimanfaatkan sebagai ajang konsolidasi internal sekaligus membahas situasi kebangsaan terkini.
Ketua Umum Bara JP, Willem Frans Ansanay, menegaskan kunjungan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan secara berkala oleh relawan.
Baca Juga: Milo Bongkar Fakta di Balik Kemenangan Persis: Tanpa Game Plan, Menang Lewat Reaksi
“Bara JP itu selalu punya waktu, bisa sebulan atau tiga bulan sekali, untuk datang mendiskusikan bagaimana pergerakan organisasi dan relawan lainnya,” ujarnya.
Dalam pertemuan itu, Willem memastikan tidak ada pembahasan terkait dinamika politik yang berpotensi mendiskreditkan Jokowi. Ia menilai isu-isu semacam itu tidak produktif dan justru berpotensi memecah belah.
“Kami tidak berdiskusi soal dinamika politik yang cenderung mendiskriminasi Pak Jokowi. Ada etiket yang kurang baik ketika beliau dibenturkan untuk kepentingan tertentu,” tegasnya.
Menurutnya, fokus utama Bara JP saat ini adalah menjaga suasana kebatinan masyarakat agar tetap kondusif di tengah berbagai tantangan nasional.
“Konsentrasi kami bagaimana masyarakat Indonesia tetap merasakan kedamaian dan rasa aman untuk menghadapi kehidupan ke depan,” jelas Willem.
Ia juga menyinggung berbagai isu provokatif yang sempat mencuat, termasuk narasi kudeta hingga upaya memanfaatkan nama Jokowi untuk kepentingan tertentu. Namun, Willem meyakini masyarakat tidak mudah terpengaruh.
“Masyarakat kita sudah sangat cerdas dalam menyikapi isu-isu seperti itu,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap menjaga persatuan dan berpegang teguh pada konstitusi negara. Stabilitas nasional, menurutnya, harus menjadi prioritas bersama.
“Kita harus konsisten terhadap konstitusi, dari Sabang sampai Merauke. Presiden yang sah harus kita dukung demi kesejahteraan bangsa,” ujarnya.
Sebagai putra Papua, Willem juga menegaskan bahwa dukungan masyarakat di wilayah timur Indonesia terhadap Jokowi tetap solid.
“Kalau bicara NKRI, kita merah putih. Di Papua, dukungan terhadap Pak Jokowi sangat baik, tidak ada masalah,” pungkasnya. (atn/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto