WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Pemerintah Kabupaten Wonogiri menyiapkan anggaran Rp300 juta untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang diprediksi berlangsung lebih panjang tahun ini. Dana tersebut dialokasikan untuk program dropping air bersih bagi wilayah terdampak.
Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, mengatakan bantuan air bersih akan disalurkan kepada masyarakat berdasarkan permohonan dari wilayah yang membutuhkan.
“Kami tetap menyiapkan dropping air bersih untuk daerah terdampak kekeringan. Jika ada kebutuhan, bisa langsung diajukan,” ujarnya.
Baca Juga: TENANG ITU MAHAL! Boiyen Akhirnya Blak-blakan Ungkap Alasan Ceraikan Rully Anggi
Setyo menjelaskan, anggaran Rp300 juta bersumber dari APBD dan masih memungkinkan untuk ditambah melalui skema Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Nanti disesuaikan dengan indeks harga air tangki di masing-masing wilayah. Jika kurang, bisa kami tambah melalui BTT,” jelasnya.
Penyaluran bantuan akan diawali dengan asesmen lapangan oleh tim terkait setelah menerima laporan dari pemerintah desa atau wilayah setempat.
Ia juga menyebut cakupan wilayah penerima bantuan diperkirakan semakin terbatas. Hal ini karena sejumlah daerah rawan kekeringan telah mendapatkan penanganan permanen berupa sambungan rumah (SR) air bersih.
“Sekarang cakupan bisa lebih sempit karena beberapa wilayah sudah teraliri air bersih, seperti di Paranggupito yang sudah memiliki sambungan rumah,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Fuad Wahyu Pratama, menyebut wilayah Wonogiri saat ini mulai memasuki masa pancaroba.
“Curah hujan mulai menurun pada April, dan diperkirakan akhir bulan ini sudah masuk musim kemarau,” ujarnya.
Pemkab Wonogiri mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika mengalami kesulitan air bersih, agar bantuan dapat segera disalurkan. (al/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto