Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Tragedi SMPN 2 Sumberlawang: Keluarga Korban Tunggu Keadilan, Pelaku Masih Bungkam

Ahmad Khairudin • Rabu, 8 April 2026 | 13:51 WIB
Ayah korban meninggal di SMPN 2 Sumberlawang, Sragen, mendesak polisi mengusut kasus secara tuntas, bahkan hingga kini keluarga pelaku belum menunjukkan itikad baik. (ILUSTRASI)
Ayah korban meninggal di SMPN 2 Sumberlawang, Sragen, mendesak polisi mengusut kasus secara tuntas, bahkan hingga kini keluarga pelaku belum menunjukkan itikad baik. (ILUSTRASI)

 

SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Duka itu belum juga reda. Di rumah sederhana di Sumberlawang, kesunyian terasa lebih berat dari biasanya.

Maryono masih berusaha menerima kenyataan pahit: putranya, WAP(13), pulang bukan dalam pelukan—melainkan dalam balutan kain kafan.

Insiden tragis yang terjadi di SMP Negeri 2 Sumberlawang pada Selasa (7/4) itu menyisakan luka yang bukan hanya terlihat, tapi juga mengendap dalam diam.

Maryono mengenang momen ketika kabar duka itu pertama kali datang—tanpa penjelasan, tanpa kronologi yang jelas. Hanya ajakan untuk segera menuju Puskesmas Sumberlawang.

“Awalnya saudara memberi tahu, tapi tidak cerita detail. Saya langsung diajak ke puskesmas,” tuturnya dengan suara bergetar.

Namun sesampainya di sana, firasat buruknya tak terbantahkan. Putra yang sebelumnya ia antar dengan harapan pulang membawa cerita sekolah, justru telah terbujur kaku. Didampingi pihak sekolah, jenazah kemudian dibawa ke RSUD Sragen untuk proses lebih lanjut.

Di momen itulah, luka yang selama ini hanya ia bayangkan, menjadi nyata di depan mata.

“Saya lihat ada luka di bagian dahi dan mulut bawah,” ungkapnya lirih.

Pihak sekolah disebut telah datang menyampaikan belasungkawa. Namun di tengah duka yang masih menganga, ada satu hal yang membuat keluarga korban kian terpukul: tak kunjung adanya itikad baik dari pihak keluarga terduga pelaku.

Hingga kini, belum ada satu pun perwakilan yang datang. Tak ada permintaan maaf, tak ada penjelasan—sebuah keheningan yang justru terasa lebih menyakitkan.

Meski demikian, Maryono menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkan kasus ini berlalu begitu saja. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, namun dengan satu harapan yang tak bisa ditawar: keadilan.

“Harus diproses sesuai hukum. Kami ingin keadilan,” tegasnya.

Sementara itu, proses penyelidikan oleh Satreskrim Polres Sragen masih berlangsung. Pihak kepolisian dijadwalkan memberikan keterangan resmi dalam waktu dekat terkait hasil olah tempat kejadian perkara.

Di sisi lain, WAP telah dimakamkan pada Selasa malam, setelah seluruh rangkaian pemeriksaan forensik dinyatakan selesai. Namun bagi keluarga, proses hukum yang berjalan nanti akan menjadi satu-satunya jalan untuk memastikan bahwa kepergian WAP tidak berakhir tanpa jawaban.

Di tengah sunyi yang tersisa, satu hal yang kini terus menggema: keadilan yang belum datang, dan tanggung jawab yang belum juga muncul. (din/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#SMPN 2 Sumberlawang #insiden tragis #duel maut #sragen #pelajar