WONOGIRI, SOLOBALAPAN.COM – Warga Kecamatan Nguntoronadi kembali digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di kawasan Desa Ngadipiro, Selasa (7/4/2026) pagi. Penemuan ini terjadi hanya selang sehari setelah ditemukannya sepeda motor misterius di lokasi yang sama.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kerangka tersebut ditemukan sekitar pukul 09.00 WIB oleh aparat kepolisian bersama warga yang tengah melakukan penyisiran di sekitar lokasi penemuan motor tak bertuan.
“Awalnya warga dan polisi menyisir area karena ada motor itu, tapi justru menemukan kerangka manusia,” ujar salah satu sumber di lapangan.
Baca Juga: Motor Misterius Terparkir 3 Pekan di Hutan Wonogiri, Polisi Selidiki Pemilik Honda Spacy
Kerangka ditemukan di wilayah Dusun Pakel, Desa Ngadipiro, dengan kondisi tidak utuh dan tersebar di beberapa titik yang berdekatan. Warga menyebut bagian yang ditemukan meliputi tengkorak kepala, tulang kaki, hingga tulang rusuk.
Penemuan ini langsung memunculkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat, termasuk dugaan adanya keterkaitan antara kerangka tersebut dengan sepeda motor yang sebelumnya ditemukan terparkir di kawasan hutan.
Menanggapi hal itu, Kasatreskrim Polres Wonogiri, Agung Sedewo, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
“Belum diketahui identitasnya, termasuk jenis kelamin. Kami akan melakukan pemeriksaan forensik terlebih dahulu,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah terdapat tanda-tanda kekerasan pada kerangka tersebut. Dugaan keterkaitan dengan temuan sepeda motor sebelumnya juga masih menunggu hasil pemeriksaan ilmiah.
Sebelumnya, polisi mengamankan sepeda motor Honda Spacy berpelat Sragen yang ditemukan terparkir di jalan penghubung Dusun Pakel dan Dusun Kamplong.
Kendaraan tersebut diduga telah berada di lokasi selama hampir tiga pekan tanpa diketahui pemiliknya.
Kini, misteri di kawasan hutan Nguntoronadi semakin dalam. Polisi masih terus bekerja untuk mengungkap identitas korban serta kemungkinan hubungan antara dua temuan tersebut. (al/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto