SRAGEN, SOLOBALAPAN.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menyiapkan kebijakan unik dalam penerapan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni mendorong pegawai untuk bersepeda (gowes) dan berbagi kendaraan (nebeng) demi efisiensi energi.
Kebijakan WFH di Sragen tidak hanya sekadar bekerja dari rumah, tetapi dikembangkan menjadi gerakan penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) melalui penggunaan transportasi ramah lingkungan.
Kebijakan ini digagas oleh Bupati Sigit Pamungkas dan akan diterapkan kepada seluruh ASN, termasuk hingga perangkat desa.Rencananya, kebijakan ini akan difokuskan pada hari Jumat sebagai bagian dari skema WFH yang sedang dimatangkan.
Program ini akan diberlakukan di seluruh wilayah Kabupaten Sragen, atau yang dikenal sebagai Bumi Sukowati.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut instruksi pemerintah pusat dan arahan gubernur, dengan tujuan utama menekan konsumsi BBM sekaligus mendorong gaya hidup hemat energi.
ASN yang tinggal dalam radius sekitar 6–7 kilometer dari kantor akan didorong menggunakan sepeda saat bekerja. Sementara itu, pegawai yang memiliki jalur perjalanan searah diminta untuk berbagi kendaraan atau “nebeng” guna mengurangi jumlah kendaraan di jalan.
Bahkan, Bupati Sigit sempat berseloroh bahwa mobil dinasnya pun dapat digunakan bersama oleh pegawai yang searah.
“Kita biasakan nebeng atau bersepeda. Kalau satu jalur, bisa bareng. Mobil dinas saya juga bisa kalau ada yang mau ikut,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas. Sistem piket akan diterapkan agar layanan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Efisiensi tetap jalan, tapi pelayanan publik tidak boleh berhenti. Teknisnya kita atur dengan sistem giliran,” tegasnya.
Kebijakan ini diharapkan tidak hanya mampu menekan konsumsi BBM, tetapi juga membangun budaya kerja yang lebih ramah lingkungan di kalangan ASN Sragen. (din/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto