SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Di tengah dinamika geopolitik global yang belum sepenuhnya mereda, Pemerintah Kota Surakarta justru membuka pintu diplomasi baru. Sebuah langkah strategis mulai dirintis: menjajaki kerja sama sister city dengan Iran.
Gagasan ini mencuat usai pertemuan tertutup antara Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, dengan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, pada Rabu (1/4/2026).
Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja wali kota itu berlangsung intens, membahas berbagai peluang kolaborasi lintas negara.
Usai pertemuan, sinyal kerja sama pun menguat.
Baca Juga: Tantangan Calvin Verdonk Diterima! Dony Tri Pamungkas Siap Kerja Keras Demi Mimpi Merumput di Eropa
“Insyaallah segera. Kita berdoa semoga situasi global segera membaik. Kerja sama ini diharapkan membawa dampak positif bagi kedua belah pihak, khususnya masyarakat Surakarta,” ujar Respati.
Tak sekadar pertemuan formal, kunjungan diplomatik tersebut berlanjut dengan penelusuran wajah budaya Solo. Delegasi Iran diajak menyusuri jejak sejarah kota, mulai dari Masjid Agung hingga kawasan Kauman—dua simbol kuat peradaban dan identitas Surakarta.
Di balik agenda itu, tersirat pesan yang lebih dalam: diplomasi tak hanya dibangun di meja perundingan, tetapi juga melalui sentuhan budaya.
Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam kesempatan itu juga menyampaikan empati mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi di Lebanon Selatan. Pernyataan tersebut mempertegas kedekatan emosional yang mulai terjalin di antara kedua pihak.
Namun lebih dari itu, Boroujerdi menegaskan ketertarikan Iran untuk menjalin kerja sama strategis dengan Solo—baik di bidang ekonomi, perdagangan, maupun penguatan hubungan antarkota melalui skema sister city.
“Hari ini kami berdiskusi banyak hal. Kepedulian yang disampaikan Pak Wali Kota sangat berarti bagi kami. Ke depan, kami ingin membangun kerja sama konkret, termasuk sister city, dengan kota di Iran yang memiliki karakteristik serupa dengan Solo,” ungkapnya.
Saat ini, Kedutaan Besar Iran tengah menyusun langkah awal dengan membentuk tim kajian. Tujuannya jelas: mencari kota di Iran yang memiliki kesamaan dengan Surakarta—baik dari sisi budaya, sejarah, hingga denyut ekonominya.
Solo, dengan warisan budaya yang kuat dan identitas peradaban yang khas, dinilai memiliki daya tarik tersendiri dalam peta diplomasi kota dunia.
“Solo adalah kota dengan sejarah, budaya, dan kekuatan ekonomi yang unik. Kami akan mencari kota di Iran yang memiliki kesamaan untuk membangun kerja sama yang saling menguatkan,” pungkas Boroujerdi.
Jika terwujud, kerja sama ini tak hanya menjadi jembatan antar dua kota, tetapi juga simbol bagaimana hubungan internasional dapat tumbuh dari akar budaya—menghubungkan dua bangsa di tengah dunia yang terus berubah. (ves/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto