SOLOBALAPAN.COM – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, suasana "hujan uang" terasa nyata di Desa Wunut, Kecamatan Tulung, Klaten, Jawa Tengah.
Pemerintah Desa (Pemdes) setempat kembali melakukan aksi viral dengan membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh warganya tanpa terkecuali.
Prosesi pembagian bantuan yang melimpah ini berlangsung pada Kamis (5/3/2026).
Menariknya, jatah THR ini tidak hanya menyasar orang dewasa, melainkan dibagikan secara merata mulai dari bayi yang baru lahir hingga warga lanjut usia (lansia).
Setiap Warga Kantongi Rp250 Ribu
Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistiya Setiawan, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 ini terdapat peningkatan nominal dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada 2025 lalu warga menerima Rp200.000, kali ini Pemdes menaikkan jumlahnya menjadi Rp250.000 per kepala.
Baca Juga: Pemkot Solo Bantah Hentikan Listrik Keraton Surakarta, Respati: Anggaran Ada, Tinggal Memohon
“Hari ini Desa Wunut ada acara pembagian THR untuk setiap warganya. Jumlah warga yang dibagikan THR sebanyak 2.341 jiwa,” ujar Iwan dikutip dari akun Instagram resmi @desawunutklaten, Sabtu (7/3/2026).
Dengan total penerima mencapai ribuan orang, Pemdes Wunut menggelontorkan dana fantastis sebesar Rp585.250.000 hanya untuk dibagikan langsung kepada masyarakat sebagai modal berlebaran.
Tajir Melintir Berkat Umbul Pelem
Kehebatan Desa Wunut dalam menyejahterakan warga ini bukan berasal dari bantuan pemerintah pusat atau daerah, melainkan hasil kemandirian ekonomi desa.
Pendapatan tersebut bersumber dari pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang sangat produktif.
Salah satu mesin uang utama Desa Wunut adalah destinasi wisata air populer, Umbul Pelem dan Umbul Gedhe.
Keberhasilan mengelola potensi wisata air ini membuat Desa Wunut bertransformasi dari desa dengan ekonomi terbatas menjadi desa mandiri yang "tajir melintir".
Warga Sambut Bahagia
Program ini pun disambut antusias luar biasa oleh masyarakat.
Bagi keluarga yang memiliki anggota rumah tangga cukup banyak, jumlah akumulasi THR yang diterima tentu sangat terasa manfaatnya untuk memenuhi kebutuhan Idul Fitri.
Transformasi Desa Wunut ini menjadi simbol keberhasilan model ekonomi desa berbasis BUMDes.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa jika potensi desa dikelola dengan jujur dan inovatif, hasilnya bisa dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat demi memperkuat solidaritas sosial menjelang hari raya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo