Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

UMS Gelar Grand Opening Gema Kampus Ramadan 1447 H, Gaungkan Semangat Muda Berdaya dan Berdampak

Andi Aris Widiyanto • Rabu, 18 Februari 2026 | 12:26 WIB

Rektor UMS Harun Joko Prayitno membuka acara Grand Opening Gema Kampus Ramadan (GKR) 1447 H yang dirangkaikan dengan salat tarawih berjamaah dan kajian akbar, Selasa (17/2) di Masjid Sudalmiyah Rais.
Rektor UMS Harun Joko Prayitno membuka acara Grand Opening Gema Kampus Ramadan (GKR) 1447 H yang dirangkaikan dengan salat tarawih berjamaah dan kajian akbar, Selasa (17/2) di Masjid Sudalmiyah Rais.

SURAKARTA, SOLOBALAPAN.COMUniversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Grand Opening Gema Kampus Ramadan (GKR) 1447 H yang dirangkaikan dengan salat tarawih berjamaah dan kajian akbar, Selasa (17/2) di Masjid Sudalmiyah Rais.

Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya rangkaian program Ramadan di lingkungan kampus.

Rektor UMS, Harun Joko Prayitno, menyampaikan rasa syukur karena kembali dipertemukan dengan bulan suci Ramadan. Dalam kajian perdana, ia mengangkat tema “Muda Berdaya dan Berdampak” yang dirangkum dalam konsep One Ramadan.

Baca Juga: Hotel Borobudur Kenapa Viral? Menteri Agama Sampai Minta Maaf usai Gelar Sidang Isbat

Menurutnya, One Ramadan merupakan ikhtiar meraih ketakwaan sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183. Ia menegaskan bahwa tujuan utama menjalankan ibadah Ramadan adalah menjaga tawazun atau keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.

“Fokuskan hati, fokuskan untuk Ramadan. Bukan 50 persen, tetapi 50 persen plus satu kita fokus ke Ramadan,” ujarnya.

Harun juga mengajak civitas academica memanfaatkan Ramadan sebagai momentum membersihkan pikiran dari energi negatif menjadi positif, serta mengubah sikap suuzan menjadi husnuzan. Ia menekankan pentingnya membiasakan diri melakukan hal-hal positif selama bulan suci.

Menurutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah menyucikan qalbu atau hati. Pikiran dan hati akan bersih apabila dilandasi keikhlasan dan ketulusan dalam beramal.

“Setiap kali beramal harus disertai keikhlasan agar tidak menjadi mubazir atau sia-sia. Ketulusan didasarkan semata-mata fisabilillah. Setiap kebaikan akan dicatat oleh Allah dan akan dikembalikan,” jelasnya.

Baca Juga: Arab Saudi Puasa Duluan, Indonesia Belakangan, Kok Bisa? Ini Penjelasan Ilmiah dari Pakar BRIN

Lebih lanjut, Harun mendefinisikan “berdampak” sebagai sesuatu yang berkelanjutan dan memberi manfaat nyata. Ia mencontohkan ibadah tarawih yang dilaksanakan secara konsisten sebagai bentuk kebaikan yang terus berlanjut.

“Berkelanjutan saja tidak cukup, tetapi juga harus ada manfaatnya,” tegasnya.

Ia berharap mahasiswa UMS tidak hanya menjadi generasi yang berdaya dan berdampak, tetapi juga mampu menjaga keberlanjutan setiap kebaikan yang dilakukan sehingga memberi manfaat luas bagi masyarakat. (an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#rektor ums Harun Joko Prayitno #Program Ramadhan #ramadhan #ums