Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Ikon Baru Kota Sragen: Taman Mangkubumi Hadir Megah, Tapi Tanpa PKL dan UMKM

Ahmad Khairudin • Kamis, 1 Januari 2026 | 13:45 WIB

 

Ikon Baru Kota Sragen: Taman Mangkubumi.
Ikon Baru Kota Sragen: Taman Mangkubumi.

SOLOBALAPAN.COM - Wajah perkotaan Sragen kini memiliki ikon baru lewat kehadiran Koridor Taman Mangkubumi, ruang terbuka hijau yang digadang-gadang menjadi yang paling representatif di Bumi Sukowati.

Dengan desain modern dan jalur pedestrian ekstra lebar, kawasan ini langsung mencuri perhatian warga.

Namun, di balik tampilannya yang estetik, ada kebijakan tegas yang menyertai: tidak ada ruang bagi pedagang kaki lima maupun pelaku UMKM.

Trotoar Terluas dengan Lanskap Kontras Alam dan Kota

Dari pantauan di lokasi, Koridor Taman Mangkubumi menyuguhkan pemandangan yang unik.

Di satu sisi, berdiri bangunan dua lantai dengan mural raksasa bertema prasejarah—ikon manusia purba yang menegaskan identitas Sragen sebagai ‘The Land of Java Man’.

Menariknya, bangunan bermural tersebut difungsikan sebagai toilet umum.

Dari balkon bangunan itu, pengunjung bisa menikmati hamparan sawah hijau yang luas, menciptakan kontras yang menenangkan di tengah pesatnya pembangunan kota.

Jalur pedestrian berpola paving block melingkar tampak bersih dan rapi, dilengkapi saluran air tertata serta deretan pohon peneduh yang mulai tumbuh.

Kombinasi tersebut menjadikan kawasan ini sebagai ruang publik yang ideal untuk berjalan santai, berolahraga ringan, atau sekadar melepas penat bersama keluarga.

Fokus Estetika dan Aktivitas Keluarga

Bupati Sragen Sigit Pamungkas menegaskan bahwa pembangunan koridor ini sejak awal memang diarahkan untuk mempercantik kota sekaligus menyediakan ruang publik yang nyaman dan bersih.

“Harapan kita selain memperindah kota, koridor ini akan memicu aktivitas baru masyarakat, baik itu olahraga maupun sekadar tempat berkumpul keluarga yang santai,” ujar Bupati.

Konsep tersebut menjadi alasan utama mengapa kawasan ini belum membuka ruang bagi aktivitas perdagangan.

UMKM Belum Diberi Ruang, Ini Alasannya

Terkait absennya PKL dan UMKM di sepanjang taman, Bupati menyebut kebijakan ini diambil agar masyarakat dapat menikmati suasana koridor tanpa gangguan keramaian aktivitas jual beli.

"Untuk saat ini (UMKM) belum ya. Kita ingin ini jadi tempat bersenang-senang menikmati keindahan. Masalah UMKM kita pikirkan berikutnya, apalagi di depan lokasi ini sudah ada pasar rakyat dan SIKK. Jadi, pusat ekonomi sebenarnya sudah ada di sekitar sini," tambahnya.

Pemerintah daerah menilai kebutuhan ekonomi warga telah terfasilitasi oleh keberadaan pasar dan pusat aktivitas ekonomi di sekitar kawasan Taman Mangkubumi.

Parkir Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Meski menyandang predikat sebagai trotoar terluas di Sragen, pengelolaan parkir pengunjung masih menjadi perhatian.

Hingga kini, teknis pengaturan parkir masih dikaji oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Tata Ruang (Perkimtaru).

Tujuannya agar kendaraan pengunjung tidak mengganggu estetika kawasan dan tetap selaras dengan konsep ruang terbuka hijau yang bersih dan tertata.

Selain jalur pedestrian yang lapang, kawasan ini juga dilengkapi dua toilet umum yang dapat digunakan masyarakat.

Soal pengelolaan parkir dan operasional kawasan ke depan, pemerintah daerah masih akan membahasnya secara teknis. (din/lz)

Editor : Laila Zakiya
#pkl #rth #Taman Mangkubumi Sragen #umkm