Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Subsidi Pangan Jelang Nataru Diserbu Warga: Harga Beras hingga Minyak Goreng Dipangkas di Karanganyar

Rudi Hartono RS • Rabu, 10 Desember 2025 | 20:15 WIB

 

Ilustrasi subsidi pangan.
Ilustrasi subsidi pangan.

SOLOBALAPAN.COM, Karanganyar — Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, kebutuhan pangan biasanya mengalami lonjakan harga.

Namun warga di dua kecamatan Karanganyar—Ngargoyoso dan Jumapolo—bisa sedikit bernapas lega.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemkab Karanganyar kembali menyalurkan subsidi pangan dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasar.

Program ini menjadi bagian dari langkah intensif pemerintah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau selama momentum libur akhir tahun.

Harga Sembako Dipangkas Jauh di Bawah Pasar

Program penyaluran subsidi pangan yang digelar Rabu (10/12) ini diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah dan DP3 Kabupaten Karanganyar.

Sejumlah komoditas utama dibanderol dengan selisih harga signifikan—dan langsung diserbu warga sejak pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kuota pangan yang disalurkan di masing-masing kecamatan meliputi:

Beras: 5.000 kg
Gula pasir: 1.000 kg
Minyak goreng: 1.000 liter
Telur ayam: 500 kg
Bawang merah: 250 kg

Penurunan harga yang ditawarkan pun cukup mencolok:

Beras: Rp 11.000/kg (harga pasar ± Rp 13.000)
Gula pasir: Rp 15.000/kg (harga pasar Rp 17.000)
Minyakita: Rp 14.000/liter (harga pasar ± Rp 17.000)
Telur ayam: Rp 25.000/kg (harga pasar Rp 27.000)
Bawang merah: Rp 35.000/kg

Tidak heran jika program ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat.

Baca Juga: Hitung-hitungan Rumit Timnas U-22 ke Semifinal: Kalah dari Filipina, Nasib Garuda Ditentukan Duel Vietnam vs Malaysia

Pemerintah: Kunci Utama adalah Stabilisasi Harga

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DP3 Kabupaten Karanganyar, Budi Sutrisno, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya konkret pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Penyaluran subsidi pangan ini kami lakukan sebagai upaya stabilisasi pasokan dan harga, khususnya menjelang Natal dan Tahun Baru. Dengan harga yang lebih terjangkau, kami berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangannya tanpa terbebani lonjakan harga,” ujarnya.

Meski harga pangan di Karanganyar relatif terkendali, sejumlah komoditas disebut mengalami kenaikan tajam, terutama cabai dan bawang merah.

Budi menjelaskan:

“Harga cabai rawit merah saat ini mencapai sekitar Rp 85.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp 60.000 per kilogram, dan bawang merah sekitar Rp 50.000 per kilogram. Kenaikan ini terjadi hampir merata di seluruh Indonesia karena produksi di sentra-sentra utama terganggu oleh curah hujan yang tinggi.”

Selain itu, harga Minyakita di pasaran pun masih jauh di atas HET.

“Minyakita di pasar masih dijual di atas HET, sekitar Rp 17.000 per liter, karena permintaan yang meningkat tajam menjelang libur Nataru,” katanya.

Program subsidi ini diharapkan mampu meredam gejolak harga sekaligus menjaga ketersediaan pangan menjelang momen libur panjang.

Warga Senang: Bisa Hemat untuk Keperluan Lain

Di tengah tingginya harga pangan menjelang Nataru, program ini terasa sangat membantu bagi warga.

Salah seorang penerima manfaat, Suratmi, mengaku terbantu dengan penurunan harga yang cukup signifikan.

"Biasanya kalau menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru itukan mahal mas, kalau ada program seperti ini kita bisa ngirit, dan uangnya bisa untuk kebutuhan yang lain," ungkapnya.

Kehadiran program serupa diharapkan terus dilanjutkan di kecamatan lainnya agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya. (lz)

Editor : Laila Zakiya
#nataru #karanganyar #subsidi pangan