SOLOBALAPAN.COM — Hujan deras yang mengguyur wilayah Sragen pada Kamis (4/12) memicu banjir di enam kecamatan dan sempat membuat ratusan warga nyaris terisolasi.
Total 547 jiwa dari 102 KK serta 93 rumah terdampak sebelum kondisi akhirnya berangsur pulih pada Kamis malam.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Sragen, R. Triyono Putro, menegaskan bahwa seluruh wilayah banjir kini telah terkendali.
"Alhamdulillah, upaya penanganan cepat yang melibatkan hampir 50 personel gabungan dari TNI, POLRI, BPBD, PMI, dan berbagai elemen relawan berjalan efektif. Kami pastikan air sudah surut dan warga bisa kembali beraktivitas," ujarnya.
Luapan Sungai Mungkung Jadi Titik Terparah
Wilayah sekitar Sungai Mungkung menjadi lokasi paling terdampak.
Di Kecamatan Sidoharjo, air sempat mencapai 80 cm di jalanan Dukuh Wirun dan merendam 18 rumah di Desa Kleco.
Di Kecamatan Gondang, 39 rumah terendam di Dukuh Jambeyan, Desa Bumiaji, dengan ketinggian air dalam rumah 10–50 cm.
Sementara itu, Kecamatan Kedawung mengalami luapan hingga 1 meter akibat tumpukan sampah bambu (barongan) yang menyumbat jembatan.
Genangan ini merendam 13 rumah serta Pondok Pesantren Pengkok yang menampung 249 santri.
Drainase Tersumbat Jadi Masalah Berulang
Triyono menjelaskan bahwa sebagian besar genangan dipicu oleh curah hujan tinggi, luapan sungai, dan masalah drainase.
"Penyebab utama sebagian besar genangan adalah curah hujan tinggi, luapan sungai, dan tersumbatnya drainase, seperti kasus di Kedawung dan Karangmalang. Kami segera merekomendasikan pembersihan rutin saluran air dan pencegahan sumbatan agar kejadian serupa tidak terulang," tegasnya.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD turun ke lapangan sejak pukul 14.45 untuk melakukan assessment dan memberikan arahan evakuasi bagi warga jika air terus meningkat.
Imbauan Waspada Puncak Musim Hujan
Meski situasi sudah kondusif, BPBD masih mengingatkan warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan.
"Mengingat saat ini kita berada di puncak musim penghujan, kami harapkan seluruh warga lebih waspada dalam kesiapsiagaan menghadapi dampak bencana Hidrometeorologi lainnya, seperti banjir bandang, tanah longsor, maupun angin kencang. Kesiapan diri adalah kunci utama," pungkasnya. (din/lz)
Editor : Laila Zakiya