Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Meneladani Keluarga Nabi Ibrahim: Makna Kurban dan Amal Berkemajuan di Idul Adha

Laila Zakiya • Sabtu, 7 Juni 2025 | 19:02 WIB
Khutbah Idul Adha 1446 H yang digelar di Jalan Pelangi Selatan, Perumnas Mojosongo, Solo pada Jumat (6/6/2025).
Khutbah Idul Adha 1446 H yang digelar di Jalan Pelangi Selatan, Perumnas Mojosongo, Solo pada Jumat (6/6/2025).

SOLOBALAPAN.COM – Idul Adha bukan hanya perayaan ritual tahunan, tapi juga momen penuh makna spiritual dan sosial.

Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang rela menyembelih putranya, Nabi Ismail AS, menjadi tonggak sejarah yang sarat pelajaran hidup.

Melalui ibadah kurban, umat Islam diajak untuk meneladani nilai-nilai luhur dari keluarga Nabi Ibrahim.

Hal itu disampaikan oleh Ustaz Dwi Jatmiko dalam khutbah Idul Adha 1446 H yang digelar di Jalan Pelangi Selatan, Perumnas Mojosongo, Solo, Jumat (6/6/2025).

Salat Idul Adha ini diikuti oleh jamaah dari wilayah Sibela, Pelangi, Bonoroto, dan Kepuhsari.

Dalam khutbahnya, Ustaz Jatmiko mengajak umat Islam untuk meneladani keteladanan Nabi Ibrahim dan keluarganya dengan meningkatkan amal yang berkemajuan, yakni amal saleh yang memberikan manfaat luas bagi sesama.

“Ketaatan, ketulusan, teguh pendirian, dan konsistensi Nabi Ibrahim dan keluarganya merupakan teladan utama sepanjang masa,” ungkap Ustaz Jatmiko.

Ia menekankan bahwa Nabi Ibrahim AS tidak ragu melaksanakan perintah Allah SWT, bahkan saat perintah itu begitu berat.

Nabi Ismail AS pun, yang menurut tafsir Imam al-Farra' berusia 13 tahun saat itu, dengan ikhlas menerima perintah tersebut.

“Karena ketundukan dan ketaatannya, Allah SWT menggantikan Ismail dengan seekor kambing yang sangat bagus saat hendak disembelih,” tambah Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat tersebut.

Ustaz Jatmiko juga menggarisbawahi keistimewaan 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, di mana amal saleh dilipatgandakan pahalanya, bahkan melebihi pahala jihad.

Baca Juga: Tragis! Petasan Meledak di Tangan Remaja di Driyorejo Gresik Usai Sholat Ied, Jari Kelingking Putus

Ustaz Dwi Jatmiko saat Khutbah Idul Adha 1446 H yang digelar di Jalan Pelangi Selatan, Perumnas Mojosongo, Solo pada Jumat (6/6/2025).
Ustaz Dwi Jatmiko saat Khutbah Idul Adha 1446 H yang digelar di Jalan Pelangi Selatan, Perumnas Mojosongo, Solo pada Jumat (6/6/2025).

“Allah SWT mendorong kita untuk meningkatkan amal saleh di bulan ini. Terutama menjaga ibadah wajib, karena itu adalah amal paling utama di sisi Allah,” terang alumni pascasarjana Pendidikan Agama Islam UIN Raden Mas Said Surakarta.

Ia mengajak umat untuk mencurahkan cinta sepenuhnya kepada Allah SWT sebagai bentuk syukur atas nikmat yang tiada henti.

Lebih lanjut, Ustaz Jatmiko menjelaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan perintah bagi mereka yang memiliki kelebihan rezeki untuk berbagi kepada kaum dhuafa.

“Perintah kurban sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesejahteraan kaum miskin dan mengurangi ketimpangan sosial,” tuturnya.

Ia menegaskan, kurban sejatinya adalah panggilan untuk mengorbankan sifat egois, serakah, dan mementingkan diri sendiri, lalu menggantikannya dengan empati, simpati, dan kepedulian terhadap sesama.

“Kurban adalah bentuk solidaritas sosial yang konkret,” pungkasnya. (dn/lz)

Editor : Laila Zakiya
#Nabi Ibrahim as #idul adha #makna kurban