SOLOBALAPAN.COM - Komunitas Belajar Guru Penggerak Angkatan 8 Kabupaten Wonogiri mengadakan acara "Berbagi Praktik Baik Implementasi Kurikulum Nasional di Sekolah Penggerak dalam Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila" pada hari Rabu, 28 Agustus 2024.
Acara ini berlangsung di SMA Negeri 2 Wonogiri, salah satu sekolah penggerak di kabupaten tersebut, yang memiliki 13 guru penggerak yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja guru penggerak Angkatan 8 Wonogiri untuk meningkatkan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
Narasumber pada acara ini adalah Anggrit Yusnanto, guru penggerak di SMA Negeri 2 Wonogiri dan ketua guru penggerak Angkatan 4, serta Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, dan Uji Saputro, guru penggerak Angkatan 4 dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.
Pada pukul 09.00 WIB, acara dimulai dengan dibuka oleh moderator, Antinah dari SMK Negeri 1 Wonogiri, yang juga merupakan Guru Penggerak Angkatan 8.
Di awal kegiatan, Ketua Komunitas Belajar Guru Penggerak Angkatan 8, Pudi Sri Maryatmo, yang juga merupakan guru di SMP Negeri 1 Ngadirojo, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, SMA Negeri 2 Wonogiri, dan seluruh anggota Guru Penggerak Angkatan 8.
Beliau melaporkan bahwa sepanjang tahun ini, Guru Penggerak Angkatan 8 telah melaksanakan tiga kegiatan utama.
Seminar Budaya Positif yang diselenggarakan secara daring, berbagi praktik baik pembelajaran STEAM di SMP Negeri 7 Magelang, dan acara berbagi praktik baik di SMA Negeri 2 Wonogiri.
Untuk ke depannya, Guru Penggerak Angkatan 8 merencanakan penerbitan buku yang akan mencakup praktik baik selama menjadi Guru Penggerak, baik dalam komunitas belajar di dalam maupun di luar sekolah.
Buku tersebut diharapkan dapat membantu murid untuk mandiri dalam belajar, memotivasi mereka, dan mendidik karakter guna membentuk kepemimpinan murid (student agency).
Sambutan dan pembukaan kegiatan berbagi praktik baik dilanjutkan oleh Kepala Bidang PTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri.
Sumanto, Kepala SMA Negeri 2 Wonogiri, menyampaikan bahwa pada tahun ini, SMA Negeri 2 Wonogiri dikenal dengan branding sebagai Sekolah Penggerak, Sekolah Sehat, dan Sekolah Adiwiyata.
Hal ini menunjukkan bahwa SMA Negeri 2 Wonogiri telah dipercaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai rujukan dan percontohan bagi sekolah-sekolah lain, khususnya dalam penerapan kurikulum nasional untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila.
Selanjutnya, Tarmo, Kepala Bidang PTK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, memberikan sambutan dan apresiasi atas kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Guru Penggerak Angkatan 8 Kabupaten Wonogiri.
Beliau menyatakan bahwa kegiatan ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi guru penggerak lainnya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Wonogiri.
Tarmo juga menekankan bahwa meskipun para guru penggerak telah menyelesaikan pendidikan mereka dan menerima sertifikat pada bulan Desember 2023, eksistensi mereka harus terus berlanjut.
Para guru penggerak diharapkan tetap aktif dalam mendorong rekan-rekan mereka untuk meningkatkan kompetensi, sehingga berdampak positif pada mutu dan kualitas pendidikan, khususnya di Kabupaten Wonogiri.
Paparan Narasumber Kegiatan Berbagi Praktik Baik
Selanjutnya, paparan materi dimulai dengan narasumber pertama, Anggrit Yusnanto, yang membahas praktik baik digitalisasi sekolah di SMA Negeri 2 Wonogiri.
Anggrit menekankan peran penting teknologi informasi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan saat ini.
Di SMA Negeri 2 Wonogiri, penggunaan teknologi informasi meliputi website resmi (https://sman2wonogiri.sch.id/) serta berbagai aplikasi lainnya.
Teknologi ini berfungsi sebagai media pembelajaran dan publikasi sekolah, mencakup berbagai aspek seperti ekstrakurikuler, penilaian sumatif, pengumuman kelulusan, seleksi OSN, E-Learning, E-Jurnal, aplikasi penerimaan tamu, dan aplikasi perpustakaan, serta lainnya.
Paparan berikutnya disampaikan oleh Uji Saputro, yang membahas praktik baik pembiasaan dan budaya positif di SMA Negeri 2 Wonogiri.
Pembiasaan budaya positif di sekolah ini meliputi:
1. Menyanyikan lagu Indonesia Raya pada hari Selasa dan Kamis.
2. Pengucapan Pancasila pada hari Rabu dan Jumat.
3. Literasi keagamaan: Untuk agama Islam melalui sentral, sementara untuk agama lain di ruang meeting.
4. Sholat Jumat berjamaah dan Karimah (Kajian Remaja Muslimah).
5. Gerakan Sekolah Adiwiyata: Memilah dan membuang sampah pada tempat yang benar.
6. Gerakan Sekolah Sehat (GSS).
7. Pembagian tugas piket KBM dan ketertiban siswa bagi guru.
Praktik-praktik ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang positif dan mendukung perkembangan karakter siswa.
Pemberian Cindra Mata oleh Ketua Guru Penggerak Angkatan 8 Wonogiri kepada Kepala SMA Negeri 2 Wonogiri
Selanjutnya, moderator memimpin sesi tanya jawab dan diskusi mengenai praktik baik tersebut. Suasana interaktif tercipta, meningkatkan antusiasme para peserta.
Guru Penggerak Angkatan 8 juga berbagi praktik baik dari sekolah masing-masing, yang mendorong peserta untuk saling memberikan pendapat dan menyempurnakan ide-ide mereka.
Kegiatan praktik baik ini bertujuan agar seluruh guru memiliki kompetensi untuk memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi di sekolah merek.
Sehingga dapat meningkatkan prestasi murid dan mewujudkan visi Kabupaten Wonogiri, yaitu Wonogiri yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera, dengan semangat Go Nyawiji Sesarengan Mbangun Wonogiri. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo