SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Kemenangan telak Timnas Indonesia atas Myanmar dengan skor meyakinkan 3-0 di Stadion Teladan, Medan, pada Senin (1/6/2026) malam menyisakan satu nama yang sukses menjadi buah bibir pencinta sepak bola Tanah Air. Ia adalah Dimas Adi Prasetyo.
Masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua, striker debutan ini sukses memberikan pengaruh yang luar biasa besar meski tidak banyak memegang bola.
Lewat efisiensi tingkat tinggi (high impact, low touches), Dimas Adi memborong dua gol (brace) pada menit ke-78 dan 87 untuk mengunci kemenangan Garuda Muda.
Insiden Salah Nama oleh Announcer Stadion
Ada sebuah kejadian menarik di balik gemilangnya performa Dimas Adi. Namanya sempat membuat pendukung Timnas Indonesia yang hadir di Stadion Teladan kebingungan.
Saat sang striker mencetak gol, nama yang diteriakkan oleh announcer stadion adalah "Dimas Wicaksono" (pesepak bola muda asal Persebaya).
Padahal, jelas-jelas Dimas Adi yang sukses menyarangkan bola ke gawang Myanmar lewat gaya bermainnya yang tenang namun mematikan di dalam kotak penalti.
Baca Juga: Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman, Coret Nama Besar untuk FIFA Matchday Juni 2026
Perjalanan Karier: Dari Parigi Moutong hingga PSM Makassar
Perjalanan Dimas Adi menuju panggung sepak bola nasional merupakan buah dari kerja keras dan pencarian bakat yang jeli.
Langkah awalnya di dunia si kulit bundar ditempa di kampung halamannya melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) lokal, yakni SSB Persita Taupa dan SSB Labuan Beru.
Bakat besarnya mulai tercium luas setelah ia menjajal kompetisi usia muda. Berikut adalah rekam jejak karier sang striker muda:
-
Awal Mula Terpantau: Mengikuti kompetisi usia muda seperti Piala Soeratin dan Liga TopSkor.
-
Seleksi PSM Makassar: Lolos seleksi terbuka yang digelar di Kota Palu, memikat tim pemandu bakat Juku Eja, dan bergabung dengan skuad PSM Makassar U-18.
-
Statistik Gemilang: Sepanjang musim 2024/2025 di Elite Pro Academy (EPA) Liga 1, ia sukses membukukan 6 gol dan 3 assist dari 25 penampilan, sekaligus mengantarkan PSM U-18 keluar sebagai juara.
Kejelian Nova Arianto Membaca Karakter Pemain
Meski statistik gol Dimas Adi di level klub bukanlah yang tertinggi, kualitas penempatan posisinya (positioning) dan ketenangannya di depan gawang (composure) sukses memikat hati pelatih Nova Arianto.
Kepercayaan Nova dibayar lunas oleh Dimas sejak debut internasional pertamanya di ajang Piala Kemerdekaan 2025.
Melawan tim kuat Uzbekistan pada Agustus 2025 lalu, Dimas yang dipasang sebagai starter langsung mencetak gol pembuka pada menit ke-17 lewat aksi ciamik mengecoh bek dan kiper lawan.
Dengan usianya yang baru menginjak 18 tahun, publik sepak bola Tanah Air boleh bernapas lega dan menaruh optimisme tinggi bahwa Indonesia kini memiliki opsi penyerang tengah lokal yang efektif dan berdarah dingin.
Biodata Singkat Dimas Adi Prasetyo
Untuk mengenal lebih dekat, berikut adalah profil singkat dari sang predator muda:
| Keterangan | Detail Profil |
| Nama Lengkap | Dimas Adi Prasetyo |
| Nama Panggilan | Dimas Adi |
| Tempat, Tanggal Lahir | Parigi Moutong (Sulawesi Tengah), 13 April 2008 |
| Klub Saat Ini | PSM Makassar U-18 / Senior |
| Karier Junior / SSB | SSB Persita Taupa, SSB Labuan Beru |
| Prestasi Utama |
• Juara EPA Liga 1 U-18 2024/2025 • Mencetak Brace vs Myanmar (1 Juni 2026) |
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo