SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Langkah Persib Bandung untuk mempertahankan takhta tertinggi sepak bola tanah air kini berada di ambang sejarah besar.
Pangeran Biru dijadwalkan melakoni laga pamungkas kompetisi Super League 2025/2026 dengan menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), pada Sabtu (23/5/2026) pukul 16.00 WIB.
Pertandingan pekan ke-34 ini menjadi laga hidup-mati yang sangat sakral bagi publik Jawa Barat.
Pasalnya, hasil akhir dari duel ini akan menentukan apakah trofi juara kasta tertinggi sepak bola Indonesia akan tetap bertahan di Kota Kembang atau terbang ke tempat lain.
Skenario Juara: Hanya Butuh Hasil Imbang
Persib Bandung saat ini masih kokoh berdiri di puncak klasemen sementara dengan koleksi 78 poin.
Armada Bandung sukses memperlebar jarak dan unggul dua angka dari sang rival terdekat, Borneo FC Samarinda, yang menguntit di posisi runner-up.
Melihat konstelasi angka di papan klasemen, tugas Ciro Alves dan kolega di laga penutup terbilang cukup di atas angin.
Pangeran Biru hanya membutuhkan hasil imbang alias tambahan 1 poin saat bersua Laskar Kalinyamat demi bisa mengunci gelar juara Super League musim ini tanpa perlu menggantungkan nasib pada hasil pertandingan tim lain.
Kekuatan Lini Tengah Pincang Tanpa Marc Klok
Menatap laga krusial ini, ruang ganti Persib Bandung diterpa kabar yang campur aduk terkait kedalaman komposisi skuad mereka:
-
Kembalinya Bojan Hodak: Setelah sempat absen mendampingi tim dari pinggir lapangan saat menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar akibat sanksi kartu, sang pelatih kepala berkepala plontos dipastikan sudah bisa kembali berdiri di technical area untuk meramu taktik secara langsung.
-
Amunisi Asing Segar: Sektor pertahanan dan kreativitas serangan dipastikan kembali solid seiring selesainya masa hukuman akumulasi kartu bagi dua pilar asing, Federico Barba dan Luciano Guaycochea.
-
Absennya Sang Jenderal: Kabar buruknya, Persib dipastikan kehilangan sosok kapten sekaligus motor serangan di lini tengah, Marc Klok. Pemain naturalisasi berusia 33 tahun tersebut diganjar kartu kuning saat menghadapi PSM, yang otomatis membuatnya terkena sanksi akumulasi.
Merasa ada kejanggalan dalam keputusan wasit di laga kontra Juku Eja, Klok mengaku terpukul dan berencana mengajukan nota banding ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI agar bisa tetap merumput di laga final esok.
”Saya sedih. Saya akan banding kartu kuning itu. Karena saya hanya mau mengambil bola dan mereka mulai berkata-kata yang kurang baik. Semoga banding ini berhasil,” ujar Marc Klok penuh harap.
Selain Klok, asisten pelatih Igor Tolic juga dipastikan terpaksa diusir ke tribun penonton karena mengantongi sanksi serupa, menyerahkan kendali penuh bench kepada Bojan Hodak.
Misi Mengukir Tinta Emas Sejarah Baru Sepak Bola Indonesia
Jika berhasil menuntaskan laga kontra Persijap dengan status sebagai kampiun, Persib Bandung tidak sekadar berpesta, melainkan bakal menancapkan rekor legendaris yang sulit dipecahkan oleh klub lain.
Persib Bandung akan menobatkan diri sebagai satu-satunya tim di era modern Liga Indonesia yang sukses meraih gelar juara kasta tertinggi sebanyak tiga kali secara beruntun (hattrick juara).
Motivasi ganda inilah yang diprediksi bakal membuat atmosfer Stadion GBLA bergemuruh sejak menit pertama peluit dibunyikan.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo