SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Pertandingan pekan ke-33 Super League 2025/2026 akan menyajikan laga hidup-mati bagi Madura United.
Mereka dijadwalkan melakoni laga tandang krusial melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu (17/5/2026).
Meskipun Laskar Mataram sudah aman dari ancaman turun kasta, pelatih Jean-Paul van Gastel menegaskan bahwa timnya tidak akan memberikan kemudahan bagi tim tamu dan tetap mengincar kemenangan penuh di depan publik sendiri.
Kontras Posisi di Klasemen Sementara
Menjelang laga sore ini, kedua tim berada dalam situasi bak langit dan bumi:
-
PSIM Yogyakarta: Duduk nyaman di peringkat ke-11 dengan koleksi 42 poin. Hasil laga ini tidak lagi memengaruhi status mereka di kasta tertinggi untuk musim depan.
-
Madura United: Berada dalam situasi kritis di posisi ke-15 (zona degradasi) dengan raihan 32 poin dari 32 laga. Tiga poin dari kandang PSIM menjadi harga mati jika mereka ingin memperpanjang napas di Super League.
Fokus pada Tim Sendiri
Pelatih PSIM, Van Gastel, menyadari bahwa motivasi Madura United akan berlipat ganda, terutama setelah memantau hasil pertandingan yang diraih oleh pesaing terdekat mereka, Persis Solo.
Namun, sang juru taktik meminta anak asuhnya untuk menutup mata dari kondisi psikologis lawan dan fokus pada taktik tim sendiri.
“Kita berdiri untuk tim. Fokus kita hanyalah memenangkan setiap pertandingan,” ujar Van Gastel tegas dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Muhammad Iqbal Masuk Skema Starter
Dalam laga sore ini, PSIM dipastikan kehilangan gelandang Savio Sheva akibat sanksi akumulasi kartu kuning.
Sebagai gantinya, Van Gastel memproyeksikan Muhammad Iqbal untuk tampil sejak menit awal.
Pelatih asal Belanda tersebut melempar pujian terhadap perkembangan performa pemain berusia 25 tahun itu dalam beberapa sesi latihan terakhir.
“Situasi yang bagus. Setelah penantian yang saya tunggu, harapan saya tentang Iqbal saat ini telah berkembang lebih baik dari sebelumnya,” tambahnya.
Pembuktian Konsistensi Laskar Mataram
Bagi PSIM Yogyakarta, laga kandang pamungkas ini menjadi momentum penting untuk memberikan kado perpisahan yang indah bagi para suporter setianya di penghujung musim.
Di sisi lain, 90 menit di Stadion Sultan Agung akan menjadi penentu apakah Madura United mampu bangkit dari keterpurukan atau justru semakin terbenam ke kasta kedua.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo