Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Italia ke Piala Dunia 2026 Lewat Pintu Belakang? Intip Skenario Kontroversial Geser Posisi Iran

Didi Agung Eko Purnomo • Selasa, 14 April 2026 | 21:42 WIB
Pemain Timnas Italia saat kalah dramatis dari Bosnia di babak play-off Piala Dunia 2026. (Dok. Azzuri)
Pemain Timnas Italia saat kalah dramatis dari Bosnia di babak play-off Piala Dunia 2026. (Dok. Azzuri)

SOLOBALAPAN, INTERNASIONAL - Harapan bagi penggemar Timnas Italia untuk melihat tim kesayangannya berlaga di Piala Dunia 2026 ternyata belum sepenuhnya padam.

Meski telah dinyatakan gugur dalam babak play-off Zona Eropa setelah kalah dari Bosnia-Herzegovina, sebuah celah sempit kini terbuka melalui skenario yang cukup kontroversial.

Peluang "pintu belakang" ini muncul menyusul ketidakpastian yang dihadapi oleh Timnas Iran.

Beberapa pekan menjelang kick-off turnamen di Amerika Utara, status kepesertaan negara tersebut terancam akibat konflik politik dengan Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah.

Baca Juga: PSSI Kantongi Satu Nama Negara untuk FIFA Matchday Juni 2026 Timnas Indonesia, Benarkah Italia? Ini Kata Sumardji

Mengapa Italia Menjadi Kandidat?

Jika FIFA akhirnya memutuskan untuk mencoret Iran, nama Italia muncul sebagai kandidat kuat penerima tiket limpahan. Ada beberapa alasan di balik munculnya nama Gli Azzurri:

  1. Ranking FIFA Tertinggi: Per April 2026, Italia menempati posisi ke-12 dunia. Mereka adalah tim dengan peringkat tertinggi yang saat ini absen dari putaran final. Kehadiran Italia dinilai mampu meningkatkan level kompetitif turnamen.

  2. Aspek Finansial: Dari sisi bisnis, kehadiran Gianluigi Donnarumma dkk diprediksi akan memberikan keuntungan lebih besar bagi FIFA, baik dari segi penjualan tiket maupun merchandise global, dibandingkan dengan Iran.

Resistensi dan Opsi Uni Emirat Arab (UEA)

Tentu saja, wacana ini memicu protes keras. Secara teknis, banyak pihak menilai tidak adil jika tim dari zona Eropa menggantikan jatah tim dari zona Asia (AFC).

Jika jatah Iran dicoret, Uni Emirat Arab (UEA) diklaim jauh lebih berhak karena mereka adalah wakil terbaik Asia berikutnya yang gagal di fase akhir kualifikasi. Memberikan jatah Asia kepada tim Eropa dianggap mencederai asas keadilan dalam kualifikasi regional.

Skenario Play-off Tambahan

Sebagai jalan tengah, muncul ide untuk menggelar pertandingan play-off tambahan yang melibatkan tim-tim 'terbaik' yang gagal lolos, termasuk wakil dari Asia dan Eropa.

Skenario serupa pernah terjadi pada Piala Dunia Klub 2025, saat LAFC berhasil melaju ke putaran final melalui jalur belakang setelah mengalahkan Club America untuk memperebutkan posisi Club Leon yang dicoret akibat pelanggaran regulasi FIFA.

Jika skenario ini benar-benar ditempuh, Italia akan mendapatkan "durian runtuh" sekaligus kesempatan emas untuk memulihkan citra mereka setelah gagal menembus putaran final Piala Dunia dalam tiga edisi beruntun.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#skenario #kontroversial #italia #piala dunia 2026