SOLOBALAPAN.COM – Timnas Indonesia dipastikan memiliki lini pertahanan yang sangat tangguh sekaligus mewah pada gelaran FIFA Series 2026.
Di bawah asuhan pelatih John Herdman, nilai pasar (market value) barisan belakang Garuda menembus angka fantastis, yakni Rp 412,38 miliar.
Angka ini menjadikan sektor pertahanan Indonesia sebagai salah satu yang paling berkelas dan disegani di level Asia, mengombinasikan pengalaman liga elite Eropa dengan talenta lokal terbaik.
Duo "Monster" Serie A dan Bundesliga
Sorotan utama tentu tertuju pada sang kapten, Jay Idzes. Bek andalan US Sassuolo ini memegang nilai pasar tertinggi di skuad Garuda dengan Rp 173,82 miliar.
Konsistensinya di Liga Italia dengan mencatatkan 28 penampilan musim ini menjadi jaminan mutu bagi pertahanan Indonesia.
Tak sendirian, Jay didampingi oleh Kevin Diks yang merumput di Borussia Monchengladbach.
Pemain dengan nilai pasar Rp 86,91 miliar ini tampil impresif di Bundesliga dan sering dipercaya sebagai eksekutor penalti, membuktikan kematangan mentalnya di kompetisi tertinggi Jerman.
Kekuatan Sayap Modern: Verdonk hingga Dean James
Di sisi sayap, John Herdman punya opsi mewah dalam diri Calvin Verdonk (LOSC Lille) yang memiliki nilai pasar Rp 52,14 miliar.
Ditambah lagi dengan kecepatan Dean James (Go Ahead Eagles) yang berharga Rp 34,76 miliar, Indonesia memiliki bek sayap modern yang seimbang dalam menyerang maupun bertahan.
Kedalaman skuad semakin ngeri dengan kehadiran:
- Justin Hubner (Fortuna Sittard)
- Nathan Tjoe-A-On (Willem II)
- Sandy Walsh (Buriram United)
- Elkan Baggott (Ipswich Town)
Daftar "Pemain Mahal" di Lini Belakang Garuda
Berikut adalah rincian market value para pemain belakang andalan John Herdman:
| Nama Pemain | Klub (Liga) | Nilai Pasar |
| Jay Idzes | US Sassuolo (Italia) | Rp 173,82 Miliar |
| Kevin Diks | B. Monchengladbach (Jerman) | Rp 86,91 Miliar |
| Calvin Verdonk | LOSC Lille (Prancis) | Rp 52,14 Miliar |
| Dean James | Go Ahead Eagles (Belanda) | Rp 34,76 Miliar |
| Justin Hubner | Fortuna Sittard (Belanda) | Rp 12,17 Miliar |
| Nathan Tjoe-A-On | Willem II (Belanda) | Rp 12,17 Miliar |
| Elkan Baggott | Ipswich Town (Inggris) | Rp 10,43 Miliar |
| Sandy Walsh | Buriram United (Thailand) | Rp 12,17 Miliar |
Kekuatan Lokal yang Tak Boleh Diremehkan
Meski didominasi pemain diaspora, John Herdman tetap memberikan ruang bagi bek lokal berkualitas.
Rizky Ridho (Persija Jakarta) tetap menjadi salah satu bek terbaik di kompetisi domestik yang mampu bersaing di level internasional.
Selain Ridho, nama-nama seperti Dony Tri Pamungkas, Fajar Fathurrahman, Muhammad Ferrari, hingga Yance Sayuri memberikan kedalaman skuad yang luar biasa.
Kombinasi ini membuat Indonesia memiliki variasi taktik yang fleksibel, baik dalam skema tiga bek maupun empat bek sejajar.
Era Baru "Tembok Raksasa" Indonesia
Total nilai Rp 412,38 miliar bukan sekadar angka di atas kertas. Ini adalah cerminan dari peningkatan kualitas individu pemain Indonesia di mata dunia.
Era John Herdman diharapkan menjadi titik balik di mana lini belakang yang solid menjadi kunci utama untuk menaklukkan tim-tim besar di Asia.
Kini, publik menanti sejauh mana "Tembok Raksasa" setengah triliun ini mampu menjaga kesucian gawang Garuda di ajang FIFA Series mendatang. (dam)
Editor : Damianus Bram