Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Djanur Sebut Pemain Muda Persib Bandung Kini Cuma Numpang Latihan Gegara Regulasi 11 Pemain Asing, Matikan Karier Talenta Lokal?

Didi Agung Eko Purnomo • Rabu, 25 Februari 2026 - 17:49 WIB

Dion Markx mencatatkan debut bareng Persib Bandung saat masuk pada menit ke-87 menggantikan Berguinho melawan Persita Tangerang.
Dion Markx mencatatkan debut bareng Persib Bandung saat masuk pada menit ke-87 menggantikan Berguinho melawan Persita Tangerang.

SOLOBALAPAN.COM, BANDUNG – Penerapan regulasi 11 pemain asing di ajang Super League musim 2025/2026 rupanya menyisakan polemik tersendiri.

Meski awalnya ditujukan untuk mendongkrak prestasi klub Indonesia di kancah Asia, aturan ini dinilai mulai membawa dampak negatif bagi perkembangan talenta lokal.

Kritik tajam mengenai regulasi tersebut salah satunya dilontarkan oleh Direktur Teknik Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman.

Pria yang akrab disapa Djanur itu menilai kuota legiun asing yang terlalu gemuk membuat pemain asli Indonesia, khususnya para pemain muda, kehilangan menit bermain yang krusial.

Alasan di Balik Penambahan Kuota Asing

Sebagai informasi, jumlah kuota pemain asing musim ini melonjak signifikan dibandingkan musim 2024/2025 yang hanya membolehkan delapan pemain asing.

Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, sebelumnya sempat menjelaskan bahwa penambahan ini merupakan bentuk dukungan bagi klub-klub Indonesia yang berlaga di kompetisi Asia.

"Kemarin kalau kita lihat memang 8 yang daftar dan 6 yang main. Klub merasa bahwa seperti nanggung begitu. Apalagi kami punya keinginan bahwa sangat perlu tampil di Asia.

Makanya yang bisa didaftarkan jadi 11," dalih Ferry Paulus sebelum kompetisi bergulir.

Baca Juga: Kontribusi Besar Persib Bandung Bikin Ranking Kompetisi Sepak Bola Indonesia Naik Kelas, Naik 7 Tingkat di Peringkat AFC

Meski demikian, setiap tim tetap hanya diperbolehkan memasukkan maksimal delapan pemain asing ke dalam Daftar Susunan Pemain (DSP) saat bertanding.

Pemain Muda Cuma Numpang Latihan

Niat baik operator liga rupanya tak sepenuhnya berjalan mulus di lapangan.

Djanur secara blak-blakan menyebut aturan ini menjadi pedang bermata dua yang merugikan pemain lokal.

"Saya setuju dengan statement bahwa (regulasi ini) jadi kesulitan tersendiri. Sekarang selalu bertambah pemain asingnya, sehingga kesempatan untuk pemain-pemain lokalnya semakin berkurang," beber Djanur, dilansir dari Kompas.com.

Pernyataan legenda Persib ini bukan sekadar isapan jempol. Ia mencontohkan langsung fenomena yang terjadi di internal skuad Maung Bandung musim ini.

Beberapa pemain muda potensial yang dipromosikan dari tim Elite Pro Academy (EPA) U-20, seperti Rhaka Syafaka, Kevin Pasha, Nazriel Alfaro, hingga Athaya Zahran, justru kesulitan menembus skuad utama.

"Walaupun kita bisa mendorong dua-tiga pemain ke senior, mereka hanya sebagai (pemain yang) ikut latihan," keluh Djanur.

Desak Manajemen Cari Solusi

Melihat fenomena talenta muda yang layu sebelum berkembang akibat terpinggirkan oleh pemain asing, Djanur mengaku sudah mendesak pihak manajemen klub untuk segera mencari jalan keluar.

"Itu sudah saya sampaikan kepada manajemen, bagaimana ini harus ada solusi. Karena memang pemain tidak cukup hanya dengan latihan, butuh main," tegas pelatih yang pernah membawa Persib juara ISL 2014 tersebut.

Ia khawatir, jika para pemain muda ini terus dibiarkan hanya menjadi 'pajangan' di sesi latihan tanpa pernah merasakan atmosfer pertandingan sesungguhnya, perkembangan karier mereka akan mati.

"Kalau masuk ke tim senior hanya untuk berlatih saja tanpa mendapatkan menit bermain, saya pikir prestasi mereka akan stagnan di situ," pungkasnya. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#persib bandung #talenta lokal #pemain muda #Regulasi 11 pemain asing #djanur