SOLOBALAPAN.COM, JAKARTA – Drama Deadline Day bursa transfer Super League menghadirkan kejutan besar di detik-detik akhir.
Tiga klub raksasa klasik Indonesia, yakni Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan Persib Bandung, dikabarkan tengah terlibat persaingan sengit untuk mendapatkan tanda tangan bintang Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen.
Pemain yang dijuluki "Wak Haji" oleh netizen Indonesia ini mendadak menjadi komoditas terpanas di pasar transfer domestik.
Minimnya menit bermain bersama klubnya saat ini, FCV Dender, menjadi pemicu utama spekulasi kepindahannya ke Tanah Air.
Persaingan Tiga Raksasa: Siapa Paling Serius?
Kabar ketertarikan trio klub legendaris ini bermula dari unggahan akun seputar transfer sepak bola nasional.
Akun @gossindo_ menyebutkan bahwa Persebaya dan Persib sedang memantau situasi Ragnar, sementara akun @sasanafootball.id mengaitkan sang pemain dengan Macan Kemayoran, Persija Jakarta.
Masing-masing klub disebut memiliki tawaran menarik untuk menggoda pemain berusia 28 tahun tersebut:
-
Persebaya Surabaya: Dikabarkan siap menyodorkan proyek jangka panjang yang menjanjikan bagi karier Ragnar.
-
Persib Bandung: Menawarkan stabilitas tim dan ambisi prestasi yang kompetitif di papan atas.
-
Persija Jakarta: Membawa daya tarik Ibu Kota dan basis suporter yang masif.
"Ragnar Oratmangoen dikabarkan membuka peluang melanjutkan karier di Indonesia setelah menit bermainnya bersama FCV Dender musim ini tergolong minim," tulis akun @gossindo_.
Faktor Pemicu: Demi Menit Bermain dan Timnas
Alasan utama Ragnar Oratmangoen masuk dalam radar klub Super League adalah kebutuhan akan jam terbang.
Sepanjang musim ini di Liga Belgia, kontribusinya secara statistik memang terbatas.
Berikut adalah catatan statistik Ragnar bersama FCV Dender musim ini yang memicu rumor hengkang:
-
Total Penampilan: 10 Pertandingan.
-
Total Menit Bermain: 266 menit.
-
Kontribusi Gol: 1 Gol.
Situasi ini dinilai kurang ideal bagi pemain yang menjadi pilar penting Timnas Indonesia.
Pindah ke Super League dianggap sebagai opsi realistis demi menjaga ritme permainan dan kebugaran fisiknya di level internasional.
Pemain Serba Bisa Bernilai Rp 10 Miliar
Selain statusnya sebagai pemain naturalisasi, daya tarik utama Ragnar terletak pada fleksibilitas posisinya di lapangan.
Meski posisi aslinya adalah sayap kiri, Ragnar dikenal mampu bermain di hampir seluruh lini serang dan tengah.
Data statistik menunjukkan betapa multifungsinya sosok Ragnar:
-
Sayap Kiri: 56 laga (1 gol, 7 assist).
-
Depan Tengah: 40 laga (2 gol, 9 assist).
-
Gelandang Tengah: 25 laga (7 gol, 2 assist).
-
Posisi Lain: Pernah bermain sebagai Gelandang Serang, Sayap Kanan, hingga Gelandang Bertahan.
Dengan nilai pasar yang menyentuh angka Rp 10,43 miliar dan sisa kontrak hingga Juni 2026, klub peminat dipastikan harus merogoh kocek dalam untuk menebus kontraknya (transfer fee).
Kini, publik menanti siapa yang akan memenangkan perburuan tanda tangan Ragnar di detik-detik akhir penutupan bursa transfer. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo