SOLOBALAPAN.COM - Pertandingan Persis Solo kontra Persita Tangerang di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/1), berakhir ricuh usai peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan tuan rumah dengan skor 1–3 memicu aksi penyalaan flare di tribun penonton yang berujung pada penindakan aparat kepolisian.
Puluhan suporter Persis Solo harus berurusan dengan polisi setelah kedapatan menyalakan flare serta membawa barang-barang terlarang ke dalam stadion.
Aparat langsung bergerak cepat untuk mencegah situasi berkembang menjadi kericuhan yang lebih luas.
Polisi Antisipasi Sejak Awal Laga Berisiko Tinggi
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo menegaskan bahwa pengamanan sudah dilakukan secara maksimal sejak sebelum pertandingan dimulai.
Hal ini mengingat laga Persis Solo dikenal memiliki tingkat animo suporter yang tinggi.
“Pengamanan kami lakukan secara maksimal, baik di dalam maupun di luar stadion. Hasilnya, petugas mengamankan 23 oknum suporter yang kedapatan mengonsumsi minuman keras serta membawa flare dan petasan yang jelas dilarang masuk stadion,” kata Catur kepada wartawan.
Langkah antisipasi tersebut dinilai krusial untuk menekan potensi gangguan keamanan, terutama ketika hasil pertandingan tidak sesuai harapan suporter tuan rumah.
72 Flare hingga Petasan Diamankan Polisi
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang dinilai sangat membahayakan keselamatan di dalam stadion.
Barang-barang tersebut meliputi 72 red flare, enam smoke, lima pipa asap, serta enam petasan.
Seluruh barang bukti tersebut melanggar standar keamanan stadion dan berpotensi membahayakan penonton, pemain, maupun perangkat pertandingan.
“Barang-barang tersebut sangat berbahaya jika dinyalakan di dalam stadion. Karena itu, kami langsung mengamankan yang bersangkutan dan membawa mereka ke Mako Polresta Surakarta untuk dilakukan pendataan serta penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Kapolresta.
491 Personel Gabungan Dikerahkan Amankan Laga
Dalam pengamanan pertandingan tersebut, Polresta Surakarta mengerahkan 491 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.
Ratusan personel itu disebar di berbagai titik strategis, mulai dari pintu masuk stadion, area tribun penonton, hingga jalur keluar-masuk suporter.
Meski sempat terjadi aksi penyalaan flare oleh sebagian suporter yang diduga kecewa dengan hasil pertandingan, aparat keamanan berhasil mengendalikan situasi dengan cepat.
“Alhamdulillah, secara umum pertandingan dapat berjalan aman dan kondusif sampai selesai. Ini berkat kerja sama semua pihak, termasuk mayoritas suporter Persis Solo yang tetap tertib dan mendukung timnya secara sportif,” imbuh Catur.
Kekalahan Persis Solo Tak Berujung Kericuhan Besar
Pada laga tersebut, Persis Solo harus mengakui keunggulan Persita Tangerang dengan skor 1–3.
Meski hasil pertandingan memicu kekecewaan sebagian suporter, aparat memastikan proses pembubaran penonton hingga arus keluar stadion berlangsung tertib tanpa insiden berarti.
Polresta Surakarta kembali mengingatkan seluruh suporter sepak bola untuk menjunjung tinggi sportivitas dan mematuhi peraturan yang berlaku, termasuk larangan membawa dan menggunakan flare, petasan, maupun minuman keras.
Langkah tersebut dinilai penting demi menjaga keamanan, kenyamanan, serta citra sepak bola Indonesia, khususnya di Kota Solo. (atn/lz)
Editor : Laila Zakiya