SOLOBALAPAN.COM - Tren positif tak terkalahkan (unbeaten) milik Persika Karanganyar akhirnya terhenti.
Menjamu klub milik artis Raffi Ahmad, RANS Nusantara FC, di Stadion UNS pada Senin (9/12/2025) malam, Laskar Singo Lawu harus mengakui keunggulan lawan dengan skor tipis 0-1.
Meski menelan pil pahit di kandang sendiri, Pelatih Kepala Persika, Ahmad Bustomi, menolak untuk meratapi nasib.
Baginya, kekalahan ini justru menjadi momen krusial untuk evaluasi total.
Filosofi 'Jamu' ala Bustomi
Bustomi mengumpamakan kekalahan perdana ini layaknya minum jamu tradisional.
Rasanya memang tidak enak di lidah, namun khasiatnya akan membuat tubuh (tim) lebih sehat dan kuat ke depannya.
"Kekalahan ini bagi saya seperti jamu atau obat, pahit tapi akan menyembuhkan nanti di next match," tegas Bustomi filosofis.
Eks gelandang Timnas Indonesia ini tetap mengapresiasi kerja keras anak asuhnya yang tampil spartan selama 90 menit.
Ia pun mengakui keunggulan strategi pelatih RANS, Joko Susilo.
"Saya ucapkan selamat untuk RANS, untuk Pak Joko Susilo, senior saya... Golnya tercipta memang seperti yang sudah saya bayangkan, kita kecolongan di situ," akuinya sportif.
Drama Kartu Merah dan Gol Cepat
Jalannya pertandingan berlangsung panas dan keras.
Persika dikejutkan oleh gol cepat Rivaldi Bawuo pada menit ke-9.
Setelah unggul, RANS Nusantara FC langsung menerapkan strategi pertahanan rapat yang membuat Yanuar Baehaki dkk kesulitan menembus tembok tebal lawan.
Tensi tinggi memicu hujan kartu dari saku wasit:
-
Persika Karanganyar: 2 Kartu Kuning (Abi Defa Marendra, Raihan Febriana).
-
RANS Nusantara FC: 4 Kartu Kuning & 1 Kartu Merah (M. Alwi Furqon di menit 90).
Meski bermain di Stadion UNS yang baru dijajal, Bustomi menegaskan tidak ada masalah dengan kualitas rumput.
"Tidak (ada kendala), UNS bagus. Jelas dua tim bermain bagus, wasit juga oke, ya sudah kita kalah. Jadi kita evaluasi," tuturnya.
Tatap Laga Berat Kontra Persibo
Persika Karanganyar tidak punya waktu lama untuk bersedih. Jadwal padat Liga Nusantara sudah menanti.
Pada 12 Desember 2025, Laskar Singo Lawu akan menghadapi tantangan berat lainnya melawan Persibo Bojonegoro di Lapangan Banyuanyar.
Bustomi menuntut para pemainnya untuk tetap ambisius dan "rakus" akan prestasi.
"Itu challenge bagi saya dan tim saya untuk tidak selalu berada di zona nyaman, kita harus selalu berusaha untuk harus naik level," pungkasnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo