SOLOBALAPAN.COM – Publik sepak bola Tanah Air sempat dibuat heran dengan target yang dibebankan kepada Timnas Indonesia U-22 untuk ajang SEA Games 2025 di Thailand.
Berstatus sebagai juara bertahan (peraih emas SEA Games 2023), Skuad Garuda Muda justru hanya dibebani target medali perak.
Penurunan target ini memicu tanda tanya besar.
Mengapa ekspektasi justru diturunkan saat sepak bola Indonesia sedang bergairah?
Menanggapi polemik ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, akhirnya memberikan klarifikasi.
'Bukan Saya yang Menentukan, Itu Usulan Cabor'
Erick Thohir menegaskan bahwa target medali tersebut bukan ditetapkan secara sepihak oleh dirinya sebagai Menpora.
Ia menjelaskan bahwa target tersebut lahir dari usulan masing-masing Cabang Olahraga (Cabor) atau federasi dalam hal ini PSSI kepada tim evaluasi.
“Jadi ada cabor bilang emas, perak, perunggu silahkan saja. Bukan saya yang menentukan. Jangan dibalik,” tegas Erick Thohir di kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (25/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa Kemenpora memberikan kebebasan kepada Cabor untuk mengukur kemampuan dan memastikan target mereka sendiri, yang nantinya akan menjadi bahan evaluasi kinerja.
Strategi 'Merendah untuk Meroket'?
Erick menyiratkan bahwa target perak yang dipasang bisa jadi merupakan strategi psikologis atau bentuk kehati-hatian agar tidak menjadi beban berlebih.
Menurutnya, jika targetnya perak namun realisasinya emas, itu justru menjadi nilai plus yang luar biasa.
“Kalau misalnya sepak bola kemarin bicara perak terus dapat emas, nah kan bagus,” ujarnya.
Sebaliknya, ia mencontohkan jika ada Cabor yang menargetkan perunggu namun gagal meraihnya, maka itu akan menjadi catatan merah dalam evaluasi.
Tanggung Jawab Cabor Terkait Pendanaan
Lebih lanjut, Erick menekankan bahwa penetapan target ini berkaitan erat dengan akuntabilitas penggunaan dana negara.
Pemerintah ingin mendorong agar setiap Cabor bertanggung jawab penuh atas target yang mereka ajukan sendiri.
“Jadi itu yang kami dorong supaya cabor bertanggung jawab dengan target, apalagi ada roadmap 17 cabor unggulan. Kemarin ada BPKP, Kejaksaan, itu untuk integrasi pendanaan cabor dan atlet,” pungkasnya.
Dengan demikian, target perak untuk Timnas U-22 di SEA Games 2025 bukanlah tanda pesimisme pemerintah, melainkan angka "aman" yang diajukan secara administratif, meski harapan publik tetap menginginkan emas kembali ke Tanah Air. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo