SOLOBALAPAN.COM - Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, membuat keputusan mengejutkan jelang laga melawan Lebanon malam ini, Senin (8/9).
Ia secara resmi mencoret enam pemain dari daftar skuad pertandingan, empat di antaranya adalah pemain yang menjadi starter saat Indonesia membantai Chinese Taipei 6-0.
Langkah berani ini menunjukkan bahwa Kluivert tidak ragu untuk melakukan rotasi besar-besaran dan bereksperimen demi menemukan komposisi terbaik jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Empat Starter yang Tiba-tiba 'Dipinggirkan'
Dari 29 pemain yang awalnya berada di skuad, hanya 23 nama yang didaftarkan untuk laga kontra Lebanon.
Empat pemain yang sebelumnya tampil sebagai starter dan kini tidak masuk dalam skuad pertandingan adalah:
-
Shayne Pattynama (Bek Kiri)
-
Nathan Tjoe-A-On (Gelandang)
-
Beckham Putra (Gelandang)
-
Egy Maulana Vikri (Penyerang Sayap)
Posisi mereka di starting XI malam ini digantikan oleh Dean James, Joey Pelupessy, Ricky Kambuaya, dan Miliano Jonathans.
Dua Nama Lainnya Juga Dicoret
Selain empat starter tersebut, dua pemain lain yang juga tidak masuk dalam daftar skuad untuk laga ini adalah Ragnar Oratmangoen dan Justin Hubner.
Hubner sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa dirinya absen karena sakit.
Alasan di Balik Rotasi Besar-besaran
Patrick Kluivert menjelaskan bahwa rotasi ini adalah bagian dari eksperimennya untuk mematangkan sistem permainan baru, terutama formasi 4-2-3-1 yang ia terapkan.
Ia ingin memberikan kesempatan kepada pemain lain dan melihat berbagai opsi yang ia miliki.
"Sekarang saya punya waktu. Itulah mengapa saya juga mengubah taktik saya, dan saya pikir mereka (saat melawan Taiwan) melakukannya dengan sangat baik," kata Patrick.
"Saya sudah bilang sebelum pertandingan bahwa semangatnya fantastis. Mereka mengerti sistemnya," tambahnya, mengisyaratkan bahwa ia percaya pada semua pemain di dalam skuadnya, bukan hanya pada sebelas pemain utama.
Menanti Wajah Baru di Lapangan
Dengan perubahan drastis ini, publik akan disuguhkan wajah yang berbeda dari Skuad Garuda saat menghadapi Lebanon.
Keputusan Kluivert ini menunjukkan bahwa tidak ada pemain yang memiliki jaminan tempat di tim inti.
Semua pemain dituntut untuk selalu siap dan mampu beradaptasi dengan sistem yang ia inginkan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo