Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Persis Store dan Mess Coret-Coret Pilox, Manajemen Laskar Sambernyawa Pilih Legawa Hadapi Amarah Suporter

Antonius Christian • Senin, 25 Mei 2026 | 14:01 WIB
Persis Store jadi aksi vandalisme usai Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. (Antonius Christian/solobalapan.com)
Persis Store jadi aksi vandalisme usai Persis Solo terdegradasi ke Liga 2. (Antonius Christian/solobalapan.com)

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Gelombang kekecewaan atas runtuhnya kejayaan Persis Solo di kasta tertinggi sepak bola Indonesia berbuntut panjang.

Fasilitas krusial milik Laskar Sambernyawa—mulai dari gerai resmi Persis Store, mess pemain, hingga kantor manajemen—menjadi sasaran aksi vandalisme oleh oknum suporter yang meluapkan amarah lewat coretan pilox dan tempelan kertas bernada protes keras.

Meski properti klub dirusak, jajaran manajemen Persis Solo memilih merespons insiden tersebut dengan kepala dingin.

Baca Juga: Struktur Raksasa Diduga Stupa Buddha Ditemukan di Nepen Boyolali, DPRD Desak Disdikbud Turun Tangan!

Pihak direksi mengaku memaklumi luka mendalam yang dirasakan oleh para pendukung setia, mengingat status Persis bukan sekadar klub melainkan marwah dan identitas Kota Bengawan.

Ngaku Mantan Suporter, Direktur Persis Siap Angkat Koper Jika Dipecat

Direktur Persis Solo, Ginda Ferachtriawan, menegaskan dirinya sama sekali tidak berniat mencari kambing hitam atas hasil buruk musim 2025/2026.

Ia secara ksatria mengakui kegagalan performa tim di lapangan dan siap mempertanggungjawabkannya langsung di hadapan pemilik saham (owner) klub.

“Pernyataan ini bukan pembelaan, tapi dulu saya juga suporter, sudah jadi panpel cukup lama, bahkan saya juga bagian dari Persis ketika naik ke Liga 1. Sekarang saya juga jadi orang yang bertanggung jawab terhadap turunnya ke Liga 2, saya juga tidak terima,” tutur Ginda dengan nada getir saat dikonfirmasi, Senin (25/5).

Ginda menambahkan, aksi coret-coret di tiga titik fasilitas utama klub dianggapnya sebagai vitamin kritik yang harus diterima dengan legawa.

Baginya, seluruh operasional penyelamatan tim sebenarnya sudah dicoba sepanjang kompetisi, mulai dari mendepak pelatih kepala hingga merombak komposisi pemain, namun hasil di atas lapangan berkata lain.

"Saya rasa vandalisme itu adalah bentuk kekecewaan, bentuk protes, dan bentuk kritikan. Apa pun keputusan dari owner (terhadap posisi saya), saya akan mengikuti. Apa yang terbaik buat Persis," tegasnya pasrah.

Tatap Liga 2: Tetap di Manahan dan Mulai Hitung Kuota Asing

Baca Juga: Lirik Lengkap Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng yang Viral di TikTok hingga Instagram, FYP Full Satu Lagu!

Enggan terus meratapi kegagalan masa lalu, manajemen menegaskan tidak akan menelantarkan Persis Solo di kasta kedua. Laporan evaluasi komprehensif serta draf rencana taktis pemulihan tim kini tengah disodorkan ke meja pemilik klub demi mematangkan skenario kembali ke Liga 1 secepat mungkin (instant rebound).

Peta Rencana Darurat Manajemen Persis Solo Menuju Liga 2:

Fokus Manajemen Realitas & Langkah Kebijakan Target Capaian
Home Base (Markas) Menolak opsi pindah stadion; Persis dipastikan tetap bermarkas di Stadion Manahan Solo. Menjaga basis pendapatan tiket dan atmosfer dukungan atmosfer lokal.
Penyusunan Skuad Mulai memantau regulasi Liga 2 dari PT LIB terkait batas penggunaan pemain asing. Menyusun kerangka tim baru yang efektif dan efisien secara finansial.
Kemitraan Suporter Membuka ruang dialog untuk meredam aksi vandalisme yang merugikan citra klub. Mengubah energi kemarahan suporter menjadi suntikan motivasi di tribun.

Modal Basis Suporter Terbesar di Kasta Kedua

Manajemen memandang status sebagai tim dengan basis massa terbesar di Liga 2 musim depan sebagai modal psikologis yang sangat mahal. Ginda meminta kepada seluruh elemen suporter untuk menghentikan aksi merusak fasilitas yang justru bisa merugikan internal finansial klub ke depannya.

Baca Juga: Project Hail Mary Tayang 2026: Sinopsis, Fakta Menarik, dan Peran Ryan Gosling di Film Sci-Fi Adaptasi Andy Weir

“Ke depannya kita juga akan bicara bahwa vandalisme atau tindakan-tindakan yang sebenarnya dalam wacana mendukung tapi akhirnya bisa tidak maksimal atau justru negatif, tolong jangan dilakukan. Apa yang terjadi kemarin harus kita jadikan pelajaran, jangan kita melihat ke belakang lagi,” pungkas Ginda menutup wawancara.

Kini, komitmen sesungguhnya dari jajaran manajemen dan pemilik saham Persis Solo sedang diuji: Apakah mereka mampu bergerak cepat membangun skuad petarung untuk menebus dosa degradasi, atau justru Laskar Sambernyawa akan bernasib tragis menjadi tim semenjana yang terjebak lama di kompetisi kasta kedua? (atn/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#persis degradasi #vandalisme di kantor dan mess Persiss solo #persis solo #liga 2 #vandalisme