SOLOBALAPAN, SOLO — Gelombang energi positif dan atmosfer magis menyelimuti sesi latihan terakhir Persis Solo di Kota Bengawan pada Rabu (20/5/2026) sore.
Sebelum bertolak menuju Banten untuk melakoni laga hidup-mati kontra Persita Tangerang, ribuan suporter setia berbondong-bondong memadati Lapangan Kotabarat demi mengantarkan (nguntapke) keberangkatan para penggawa Laskar Sambernyawa.
Sesi latihan sore itu mendadak berubah menjadi panggung pembakar semangat.
Tribun lapangan dipenuhi nyanyian keluhuran, kepulan asap, serta bentangan spanduk raksasa berisi kalimat motivasi yang mengelu-elukan nama para pemain agar tampil tanpa rasa takut di laga pamungkas.
Misi Penyelamatan Sambernyawa dari Jurang Degradasi
Pertandingan pekan ke-34 melawan Persita Tangerang di Banten International Stadium pada Sabtu (23/5/2026) esok bakal menjadi 90 menit paling krusial yang menentukan takdir Persis Solo.
Skuad asuhan Milomir Seslija saat ini masih tertahan di zona merah dan harus bersaing super ketat dengan Madura United demi bisa bertahan di kompetisi kasta tertinggi musim depan.
Skenarionya terbilang rumit. Selain wajib mengunci kemenangan mutlak atas Pendekar Cisadane, nasib Persis Solo juga bergantung pada hasil pertandingan lain.
Mereka harus berharap di waktu yang bersamaan Madura United menelan kekalahan dari PSM Makassar.
Pesan Menyentuh Suporter: Berjuang Tanpa Beban, Setia Sampai Akhir
Mengingat laga tandang nanti resmi diputuskan berjalan tanpa penonton akibat rekomendasi pihak kepolisian, aksi nguntapke di Lapangan Kotabarat ini menjadi momentum krusial bagi suporter untuk menitipkan pesan sakral langsung ke telinga para pemain.
Salah satu elemen suporter Persis Solo, Yuli, menegaskan bahwa kedatangan ribuan fans sore itu bukan untuk menaruh beban berat di pundak Alexis Messidoro cs, melainkan untuk memberikan garansi kesetiaan mutlak apa pun hasil akhir yang tertulis nanti.
“Harapan kami, apa pun yang terjadi, Persis harus tetap berjuang semaksimal mungkin. Terlepas dari hasil akhirnya, apakah tetap bertahan di Liga 1 atau harus turun ke Liga 2, kami akan tetap ada untuk mereka.
Kami tidak ingin berekspektasi terlalu tinggi, tetapi kami tetap menjaga asa dan optimisme bahwa Persis bisa meraih tiga poin,” ujar Yuli kepada Jawa Pos Radar Solo.
Hitung-hitungan Nasib Persis Solo di Pekan Terakhir
| Target Laga Tandang | Syarat Tambahan di Laga Rival | Dampak Akhir Musim |
| Menang (Amankan +3 Poin) | Madura United Kalah dari PSM Makassar | Selamat / Tetap Bertahan di Liga 1 |
| Menang (Amankan +3 Poin) | Madura United Imbang/Menang atas PSM | Tetap Degradasi (Kalah Poin Akhir) |
| Imbang / Kalah | Hasil laga tim lain tidak berpengaruh | Otomatis Turun Kasta ke Liga 2 |
Tertib Aturan, Pilih Jaga Api Semangat Lewat Nonton Bareng
Belajar dari kedewasaan sejarah, Yuli memastikan seluruh elemen suporter Persis Solo sepakat untuk mematuhi regulasi dan tidak akan ada yang nekat melakukan komunikasi visual atau awayday secara ilegal ke Serang.
Sebagai gantinya, seluruh sudut Solo Raya akan diaktifkan menjadi titik-titik lokasi nonton bareng (nobar) demi menyalurkan getaran energi dukungan dari jarak jauh.
“Kami tidak berencana berangkat ke sana karena pertandingan berlangsung tanpa penonton. Kami tidak ingin memaksakan diri. Sebagai gantinya, kami akan menjaga api semangat di Solo dengan mengadakan nonton bareng di sini. Kami berharap dukungan dan energi yang kami kirimkan dari Solo bisa sampai kepada tim di sana,” pungkasnya.
Skuad Laskar Sambernyawa dijadwalkan bertolak menuju Banten pada Kamis pagi dengan mengantongi satu mandat utama dari publik Surakarta: bertarung habis-habisan hingga peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan dibunyikan.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo