SOLOBALAPAN.COM – Persis Solo masih menjalani sanksi dari PSSI yang berdampak pada pembatasan kehadiran suporter di Stadion Manahan.
Setelah menjalani dua laga tanpa penonton, kini Laskar Sambernyawa memasuki fase lanjutan hukuman dengan skema terbatas.
Dalam dua laga kandang tersisa menghadapi Persebaya Surabaya dan Dewa United, suporter diperbolehkan kembali hadir. Namun, akses tribun tidak dibuka sepenuhnya.
Baca Juga: Tidak Berhenti Menjadi Media Ekspresi, Tari Berfungsi Sebagai Identitas Daerah
Tribun Utara-Selatan Ditutup, Atribut Dilarang
Sesuai ketentuan sanksi, suporter hanya diizinkan menempati tribun timur serta VIP barat. Sementara tribun utara dan selatan tetap ditutup.
Tak hanya pembatasan lokasi, aturan ketat juga diberlakukan terkait atribut. Suporter tidak diperkenankan mengenakan atau membawa simbol-simbol klub, yang membuat atmosfer stadion dipastikan berbeda dari biasanya.
Pasoepati Siapkan Skema Dukungan Baru
Menghadapi situasi ini, kelompok suporter Pasoepati langsung bergerak cepat. Presiden DPP Pasoepati, Arif Jodi Purnomo, menegaskan pihaknya tengah menyusun strategi agar dukungan tetap maksimal namun tetap tertib.
Koordinasi lintas elemen suporter dijadwalkan berlangsung dalam agenda team meeting (TM). Fokus utama pembahasan adalah pengaturan distribusi penonton agar tidak terjadi penumpukan di tribun yang dibuka.
“Ploting tribun menjadi penting agar semua elemen suporter bisa terakomodir,” ujar Jodi.
Opsi Tribun VIP dan Penyesuaian Harga Tiket
Selain pengaturan tribun timur dan VIP, Pasoepati juga membuka opsi penggunaan tribun sayap VIP sebagai solusi tambahan kapasitas. Skema ini masih akan dimatangkan dalam koordinasi internal.
Di sisi lain, penyesuaian harga tiket juga menjadi perhatian. Pasoepati berharap harga tetap terjangkau agar suporter yang terdampak pembatasan tetap bisa hadir memberikan dukungan langsung.
Ujian Loyalitas di Tengah Sanksi
Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi suporter Persis Solo. Tanpa atribut dan dengan keterbatasan ruang, kreativitas dalam mendukung tim akan diuji.
Baca Juga: Ritual Menuju Panggung Besar: Tari dan Fleksibilitasnya
Meski demikian, Pasoepati optimistis atmosfer dukungan tetap terjaga. Laga melawan Persebaya Surabaya dan Dewa United menjadi momen krusial bagi Laskar Sambernyawa dalam mengarungi kompetisi.
Di tengah sanksi yang masih berjalan, loyalitas suporter kembali menjadi kekuatan utama di balik perjuangan tim di lapangan. (hj/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto