Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Polemik Tunggakan Stadion Manahan, Suporter Soroti Minimnya Transparansi Manajemen Persis Solo

Hernindya Jalu Aditya Mahardika • Jumat, 17 April 2026 | 10:38 WIB
HUJAN DERAS : Stadion Manahan tergenang saat laga Persis Solo vs Semen Padang, Minggu 12/4. (M. IHSAN/SOLOBALAPAN.COM)
Polemik tunggakan Stadion Manahan memicu kritik suporter terhadap komunikasi manajemen Persis Solo (M. IHSAN/SOLOBALAPAN.COM)

SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Polemik tunggakan sewa Stadion Manahan tak hanya menjadi soal administratif bagi Persis Solo.

Di mata suporter, persoalan ini justru membuka problem yang lebih mendasar: lemahnya pola komunikasi manajemen kepada basis pendukung.

Manajemen melalui Direktur PT Persis Solo Saestu (PSS), Ginda Ferachtriawan, sebelumnya menegaskan bahwa tunggakan lebih dari Rp1 miliar tersebut bukan bentuk kelalaian, melainkan bagian dari dinamika bisnis.

Baca Juga: PBI JK KIS Terancam Nonaktif, Warga Diberi Waktu 90 Hari Perbarui Data

“Kami tidak menghindari kewajiban. Ini bagian dari skema kerja sama bisnis dan sudah kami koordinasikan untuk diselesaikan,” ujarnya, Selasa (14/4).

Namun, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredam kegelisahan suporter. Alih-alih fokus pada nominal tunggakan, kelompok pendukung justru menyoroti absennya komunikasi terbuka dan terstruktur dari manajemen.

Presiden DPP Pasoepati, Arif Jodi Purnomo, menilai komunikasi yang dibangun sejauh ini masih bersifat sporadis dan belum menyentuh ruang dialog yang substansial.

“Komunikasi informal memang sudah ada. Tapi untuk forum terbuka lintas elemen, sampai sekarang belum terlaksana,” ujarnya, Kamis (17/4/2026).

Kondisi ini memunculkan kesan bahwa manajemen lebih reaktif ketimbang proaktif dalam menyampaikan informasi kepada publik internalnya. Padahal, dalam klub dengan basis suporter kuat seperti Persis, transparansi menjadi elemen krusial dalam menjaga kepercayaan.

Baca Juga: Ratu Sabu Kartasura Dibekuk! Perempuan Muda Kendalikan 1 Kg Narkoba, Kurir Digaji Rp11 Juta

Rencana pertemuan di Stadion Manahan dalam waktu dekat disebut bisa menjadi momentum penting.

Namun, suporter menegaskan bahwa yang dibutuhkan bukan sekadar pertemuan simbolik, melainkan kejelasan arah dan strategi.

Lebih jauh, suporter juga menggarisbawahi belum adanya pembahasan konkret terkait langkah pencegahan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. Penyelesaian tunggakan dinilai hanya menyentuh permukaan, sementara akar masalah manajerial belum tersentuh.

“Perencanaan ke depan agar tidak terulang, itu yang belum dibahas. Kami berharap manajemen segera menuntaskan ini secara menyeluruh,” lanjut Jodi.

Di tengah situasi tersebut, dinamika internal klub kembali terusik oleh pernyataan eks pemain asing, Jordi Tutuarima, yang menyinggung kondisi internal Persis. Suporter menilai momen penyampaian pernyataan itu tidak tepat.

Baca Juga: Video Syakirah 7 Menit 16 Part Berhasil Kalahkan Link Ibu Tiri Vs Anak Tiri? Tindik Hidung Bikin Penonton Salah Fokus!

Mereka menganggap isu tersebut merupakan bagian dari masa lalu yang seharusnya tidak lagi diangkat ketika performa tim sedang menunjukkan tren positif.

“Situasi tim sedang baik. Kurang relevan jika isu lama dimunculkan kembali sekarang,” tegasnya.

Polemik berlapis ini menunjukkan bahwa tantangan Persis Solo tak hanya berada di atas lapangan. Di luar pertandingan, konsistensi manajemen, transparansi komunikasi, serta kemampuan meredam isu internal menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas klub.

Bagi suporter, satu hal yang kini ditunggu bukan sekadar pelunasan tunggakan, melainkan perubahan pola komunikasi yang lebih terbuka, terukur, dan berkelanjutan. Tanpa itu, kepercayaan publik berisiko terus tergerus, bahkan saat performa tim tengah menanjak. (hj/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#tunggakan sewa stadion #PT Persis Solo Saestu #stadion manahan #suporter persis solo #persis solo