SOLOBALAPAN.COM – Harapan publik Solo untuk melihat Laskar Sambernyawa berpesta di rumah sendiri kembali kandas secara tragis.
Menjamu PSBS Biak dalam lanjutan Super League 2025/2026 di Stadion Manahan, Sabtu (21/2/2026) malam, Persis Solo harus puas berbagi angka 1-1 setelah kemenangan yang sudah di depan mata buyar di menit-menit akhir.
Hasil ini memperpanjang catatan kelam Persis Solo yang belum sekalipun meraih kemenangan kandang sepanjang musim 2025/2026, sebuah situasi yang kian mengukuhkan narasi "Kutukan Stadion Manahan".
Sempat Memimpin Lewat Gol Dimitri
Persis Solo sebenarnya memulai laga dengan determinasi tinggi. Dukungan penuh suporter membuat tim asuhan tim pelatih tampil agresif menekan pertahanan "Badai Pasifik" sejak peluit pertama dibunyikan.
Babak pertama Persis Solo tampil cukup menekan sejak menit awal. Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-29.
Berawal dari umpan manis Zanadin Fariz, Dimitri Lima sukses menggetarkan jala gawang Kadu. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Gol tersebut sempat membangkitkan asa suporter bahwa tren negatif di kandang akan segera berakhir.
Meski unggul, Persis terus menekan namun buruknya penyelesaian akhir membuat sejumlah peluang emas terbuang percuma.
Petaka Menit 81: Fokus yang Hilang
Memasuki babak kedua, PSBS Biak perlahan mulai keluar dari tekanan dan menemukan ritme permainan mereka.
Memasuki 10 menit terakhir, pertahanan Laskar Sambernyawa mulai tampak kehilangan konsentrasi akibat tekanan bertubi-tubi tim tamu.
Petaka akhirnya datang pada menit ke-81. Luquinhas sukses memanfaatkan celah di lini belakang Persis Solo untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Gol tersebut seketika membungkam gemuruh Stadion Manahan yang sebelumnya penuh optimisme.
Papan Bawah Kian Mengancam
Hingga laga usai, skor imbang tetap bertahan. Tambahan satu poin ini tidak cukup bagi Persis Solo untuk beranjak dari zona rawan degradasi.
Persis Solo sampai saat ini masih tertahan di papan bawah dengan koleksi 13 poin.
Sementara itu, PSBS Biak bertahan di posisi ke-16, menempel ketat Persijap Jepara dalam upaya keluar dari zona degradasi.
Konsistensi dan fokus di menit akhir kini menjadi pekerjaan rumah yang amat berat bagi tim Laskar Sambernyawa sebelum mereka melakoni laga krusial berikutnya melawan Persik Kediri.
Jika tak segera berbenah, ancaman turun kasta ke Liga 2 bukan lagi sekadar isapan jempol bagi tim kebanggaan warga Solo ini. (dam)
Editor : Damianus Bram