SOLOBALAPAN.COM - Kekalahan 0-1 yang diderita Persis Solo di markas Borneo FC, Senin (22/9) malam, menyisakan kontroversi panas.
Gol striker Kodai Tanaka pada menit ke-12 yang dianulir oleh wasit karena dianggap offside menuai protes keras dari kubu Laskar Sambernyawa.
Pelatih kepala Peter de Roo dan kapten tim Sho Yamamoto bahkan kompak menyuarakan kekecewaan mereka melalui media sosial, menyoroti keputusan yang dinilai sangat merugikan tersebut.
Gol Dianulir, Protes di Media Sosial
Dari tayangan ulang, posisi Kodai Tanaka terlihat sejajar dengan bek terakhir Borneo FC saat menerima umpan.
Meskipun telah melalui tinjauan VAR, wasit tetap pada keputusannya untuk menganulir gol tersebut.
Keesokan paginya, pelatih Peter de Roo mengunggah tangkapan layar momen tersebut di akun Instagram pribadinya dengan menyematkan tanda tanya besar.
Kapten tim, Sho Yamamoto, yang di laga sebelumnya mendapat kartu merah kontroversial, juga melayangkan sindiran pedas.
Ia mengunggah cuplikan yang sama dengan tulisan: “Yes offside and red card (ya, offside dan kartu merah) ????,” yang ditafsirkan sebagai sindiran atas rentetan keputusan wasit yang merugikan timnya.
'VAR Tidak Berfungsi Efektif'
Kekecewaan tidak hanya datang dari gol yang dianulir.
Bek senior Eky Taufik mengungkap bahwa ada masalah dengan fungsi VAR di babak kedua.
Menurutnya, wasit menyatakan bahwa VAR tidak berfungsi efektif, sehingga para pemain tidak bisa meminta peninjauan ulang atas keputusan-keputusan krusial.
"Wasit bilang VAR di paruh kedua tadi tidak berfungsi dengan efektif, jadi semua keputusan di wasit. Jadi, kami mau apa? Kami tidak bisa protes cek VAR juga," ungkap Eky dengan nada frustrasi.
Evaluasi Jujur dari Peter de Roo
Meskipun sangat kecewa dengan keputusan wasit, Peter de Roo tetap memberikan evaluasi yang jujur terhadap performa timnya, terutama di babak kedua.
“Pada babak kedua, saya pikir lawan pantas mendapatkan tiga poin. Karena kami terlalu dalam, terlalu jauh dari pemain tengah.
Saat menguasai bola, terlalu banyak kesalahan. Banyak kepanikan," akunya.
"Ini mengecewakan, tapi kami harus menerima,” lanjutnya.
Dihantui Keputusan Kontroversial
Kekalahan di Samarinda ini menambah panjang daftar laga di mana Persis Solo merasa dirugikan oleh keputusan wasit.
Di tengah perjuangan tim untuk bangkit dari papan bawah, serangkaian insiden kontroversial ini tentu menjadi pukulan berat bagi mental para pemain.
Publik kini menantikan respons dari Komite Wasit PSSI terkait kinerja perangkat pertandingan di laga ini. (did)