SOLOBALAPAN.COM - Pemusatan latihan (TC) Persis Solo di Yogyakarta berjalan intensif dan membuahkan hasil positif.
Setelah meraih kemenangan 1-0 atas PSIM Jogja pada Sabtu (19/7), pelatih kepala Peter de Roo memberikan analisis mendalam mengenai progres penerapan taktik oleh timnya.
Bagi sang pelatih, hasil akhir bukanlah tolok ukur utama.
Ia lebih menyoroti bagaimana para pemain merespons instruksinya di lapangan, baik dari sisi positif maupun area yang masih memerlukan perbaikan.
Dua Uji Coba Lawan Tim Selevel
Selama TC yang berlangsung pada 17-23 Juli, Laskar Sambernyawa mengagendakan dua laga uji coba krusial melawan sesama kontestan BRI Super League.
Ujian pertama melawan PSIM Jogja telah dilewati dengan kemenangan berkat gol semata wayang Zanadin Fariz.
Ujian berikutnya adalah menghadapi Malut United pada 23 Juli mendatang.
Evaluasi Taktis: Reaksi Positif, Pressing Perlu Dibenahi
Peter de Roo melihat laga kontra PSIM sebagai pertandingan yang sangat bermanfaat. Ia secara khusus memuji dua hal:
-
Agresivitas Babak Pertama: "Pada babak pertama, kami tampil sangat agresif dengan intensitas yang baik," ujarnya.
-
Reaksi Saat Kehilangan Bola: Ia mengaku cukup puas dengan respons para pemain yang langsung melakukan tekanan balik saat kehilangan bola.
Namun, ia juga memberikan catatan perbaikan yang tajam, terutama pada aspek pressing di sisi lapangan.
“Terkadang pressing di area lebar sedikit terlambat. Kadang kami membiarkan lawan terlalu mudah untuk mengubah arah permainan,” ungkapnya.
"Bagian Tersulit Adalah Saat Menguasai Bola"
De Roo juga menyoroti tantangan terbesar dalam implementasi gaya bermainnya, yaitu pergerakan pemain saat tim sedang membangun serangan.
"Saat menguasai bola, itulah bagian tersulit, yaitu berada di area yang tepat pada waktu yang tepat. Serta melakukan semua pergerakan tanpa bola tersebut. Menerapkan gaya bermain ini adalah untuk memahami hal-hal yang kami tuju," tandasnya.
Menatap Ujian Berikutnya
Kemenangan atas PSIM menjadi modal positif, namun evaluasi tajam dari Peter de Roo menunjukkan bahwa proses pematangan tim masih terus berjalan.
Catatan mengenai pressing dan pergerakan ofensif akan menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum Laskar Sambernyawa melakoni ujian terakhir di Yogyakarta melawan Malut United.
TC ini terbukti menjadi momen krusial untuk menempa Laskar Sambernyawa agar benar-benar siap tempur. (nis/did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo