SOLOBALAPAN.COM - Bagi pengendara motor, keamanan selalu menjadi prioritas utama, terutama saat berkendara di jalan raya yang seringkali penuh dengan tantangan. Salah satu fitur keselamatan yang semakin populer adalah rem Anti-lock Brake System (ABS).
Meskipun umumnya hanya tersedia di motor dengan segmen menengah ke atas, ABS kini mulai dilirik oleh banyak pengendara, termasuk mereka yang menggunakan motor matik. Namun, pertanyaannya adalah, apakah fitur ini layak untuk diinvestasikan?
Apa Itu ABS dan Bagaimana Cara Kerjanya?
ABS, atau Anti-lock Brake System, berfungsi mencegah ban terkunci saat pengendara melakukan pengereman mendadak.
Saat pengereman keras terjadi, ABS secara otomatis mendeteksi jika ban berhenti berputar dan mengirimkan perintah ke kaliper rem untuk mengendurkan cengkeramannya pada cakram.
Dengan demikian, ban bisa kembali berputar sejenak sebelum rem aktif kembali, dan proses ini berlangsung dalam waktu sepersekian detik.
Prinsip kerja ini mirip dengan kita yang secara bergantian mengaktifkan, melepaskan, dan mengerem lagi, tetapi semuanya dilakukan oleh sistem ABS secara otomatis dan jauh lebih cepat.
Keunggulan ABS ini jelas terasa terutama di jalanan licin atau saat pengendara harus melakukan pengereman mendadak.
Dengan mencegah ban terkunci, motor tetap dapat dikendalikan dengan baik, sehingga risiko tergelincir atau jatuh dapat diminimalisir.
Apakah ABS Mahal?
Fitur ABS memang dikenal cukup mahal, terutama karena teknologi dan sensor yang digunakan dalam sistem ini.
Namun, jika dibandingkan dengan manfaat yang ditawarkan, yaitu meningkatkan keselamatan berkendara, biaya tambahan tersebut bisa dianggap sebagai investasi untuk perlindungan diri.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, mari kita lihat perbandingan harga motor matik yang memiliki varian dengan ABS dan non-ABS.
Perbandingan Harga Motor Matik ABS vs Non-ABS (Harga OTR Jakarta)
Berikut adalah beberapa model motor matik populer di Indonesia yang memiliki varian ABS dan non-ABS:
Honda Stylo 160
ABS: Rp31.035.000
Non-ABS: Rp28.045.000
Honda Vario 160
ABS: Rp30.230.000
Non-ABS: Rp27.350.000 - Rp27.600.000
Honda PCX 160
ABS: Rp36.905.000
Non-ABS: Rp33.400.000
Honda ADV 160
ABS: Rp39.610.000
Non-ABS: Rp36.565.000
Baca Juga: Temui Titik Terang! Polisi Temukan Barang Bukti Baru Kasus Pembunuhan Nia Kurnia Sari, Ternyata...
Honda Forza
ABS: Rp90.515.000
Non-ABS: Tidak tersedia
Yamaha Lexi LX 155
ABS: Rp30.355.000
Non-ABS: Rp25.805.000 - Rp27.305.000
Yamaha Aerox 155
ABS: Rp31.815.000
Non-ABS: Rp28.030.000 - Rp28.230.000
Yamaha NMAX
ABS: Rp36.300.000
Non-ABS: Rp32.175.000 - Rp33.175.000
Yamaha NMAX Turbo
ABS: Rp43.250.000 - Rp45.250.000
Non-ABS: Rp32.700.000 - Rp37.750.000
Yamaha XMAX
ABS: Rp66.605.000 - Rp71.905.000
Non-ABS: Tidak tersedia
Perbedaan harga antara motor ABS dan non-ABS berkisar antara 2 hingga 5 jutaan.
Bagi sebagian orang, perbedaan ini mungkin cukup signifikan. Namun, perlu diingat bahwa investasi ini adalah untuk fitur keselamatan yang dapat berperan penting dalam situasi darurat.
Apakah Layak untuk Dibeli?
Memilih motor dengan ABS bisa menjadi keputusan yang tepat, terutama bagi pengendara yang sering berkendara di kondisi lalu lintas padat atau jalanan yang licin.
Fitur ini membantu mencegah kecelakaan dengan menjaga kontrol motor saat pengereman mendadak.
Di sisi lain, bagi mereka yang memiliki keterbatasan anggaran, motor non-ABS tetap bisa menjadi pilihan yang baik dengan catatan pengendara harus lebih berhati-hati dan menguasai teknik pengereman yang benar.
Selain aspek keselamatan, motor dengan ABS juga memiliki nilai jual kembali yang lebih tinggi.
Pembeli motor bekas seringkali mencari fitur ABS karena mereka menyadari manfaat keamanannya.
Jadi, meskipun awalnya harga motor dengan ABS lebih mahal, ini bisa menjadi investasi jangka panjang. (lz)
Editor : Laila Zakiya