Ini 5 Bahasa dengan Sistem Tulisan Paling Unik di Dunia

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 15:25 WIB
Dunia memiliki beragam sistem tulisan unik, mulai dari Hanzi Mandarin, tiga aksara Jepang, tulisan Arab konsonantal, Hangul Korea yang sistematis, hingga hieroglif Mesir Kuno yang arah bacanya fleksibel.
Dunia memiliki beragam sistem tulisan unik, mulai dari Hanzi Mandarin, tiga aksara Jepang, tulisan Arab konsonantal, Hangul Korea yang sistematis, hingga hieroglif Mesir Kuno yang arah bacanya fleksibel.

SOLOBALAPAN.COM – Ketika membicarakan bahasa, yang terbayang biasanya adalah kata, kalimat, atau alfabet seperti A, B, C, dan seterusnya. Padahal, manusia di berbagai peradaban mengembangkan sistem tulisan dengan cara yang sangat beragam.

Ada sistem yang menggunakan karakter untuk mewakili unsur makna, ada yang menggabungkan beberapa jenis aksara dalam satu kalimat, ada pula yang merancang bentuk huruf berdasarkan cara organ bicara menghasilkan bunyi. 

Karena itu, sistem tulisan tidak sekadar menjadi cara untuk “menuliskan bahasa”. Di dalamnya terdapat sejarah, kebudayaan, hingga cara suatu masyarakat mengorganisasi bunyi dan makna.

Berikut lima bahasa dengan sistem tulisan yang memiliki karakteristik unik di dunia.

Baca Juga: Whimsy Lagi Tren di Kalangan Gen Z, Kenapa Banyak Orang Ingin Hidup Lebih ‘Ajaib’?

1. Bahasa Mandarin dan Ribuan Karakter Hanzi

Bahasa Mandarin menggunakan sistem tulisan yang berbeda dari alfabet Latin yang digunakan dalam bahasa Indonesia. Tulisan Mandarin menggunakan Hanzi (汉字), yaitu karakter yang secara historis berkembang dari bentuk-bentuk grafis dan digunakan untuk merepresentasikan unsur bahasa, terutama morfem atau satuan bermakna.

Karena itu, Hanzi tidak bekerja seperti huruf alfabet yang masing-masing terutama mewakili bunyi. Satu karakter dapat membawa unsur makna sekaligus memiliki nilai bunyi tertentu. Sebagian besar karakter modern juga tersusun dari komponen yang memberikan petunjuk makna dan komponen yang memberikan petunjuk fonetik.

Menariknya, beberapa karakter memiliki jejak bentuk yang berkaitan dengan objek yang dahulu ingin direpresentasikan. Karakter untuk “matahari”, misalnya, berkembang dari bentuk gambar matahari menjadi 日 dalam bentuk modern. Seiring perkembangan zaman, bentuk karakter menjadi semakin abstrak dan terstandar.

Baca Juga: Goceng Berapa Rupiah? Ternyata Istilah Ini Berasal dari Bahasa Hokkien

Inilah yang membuat sistem tulisan Mandarin terasa sangat berbeda dari alfabet: pembaca tidak sekadar menggabungkan huruf untuk mendapatkan bunyi, tetapi harus mengenali karakter yang memiliki hubungan dengan unsur bunyi dan makna.

2. Bahasa Jepang, Satu Kalimat Bisa Memakai Tiga Sistem Tulisan

Kalau Hanzi saja sudah unik, bahasa Jepang punya sistem yang bahkan lebih kompleks. Dalam penulisan modern, bahasa Jepang menggunakan tiga sistem tulisan sekaligus, yaitu kanji, hiragana, dan katakana.

Kanji merupakan karakter yang berasal dari tradisi tulisan Tionghoa dan umumnya digunakan untuk menuliskan banyak kata yang memiliki muatan leksikal. Sementara itu, hiragana dan katakana termasuk kana, yaitu sistem tulisan berbasis suku kata.

Hiragana banyak digunakan untuk unsur gramatikal dan kata-kata Jepang tertentu, sedangkan katakana terutama digunakan untuk kata serapan asing, nama asing, serta sejumlah penggunaan khusus. Karena ketiganya dapat muncul dalam satu kalimat, pembaca bahasa Jepang harus memahami fungsi masing-masing sistem.

Jadi, ketika melihat satu kalimat bahasa Jepang, kita sebenarnya bisa menemukan karakter dengan fungsi yang berbeda-beda dalam satu baris tulisan.

3. Bahasa Arab, Huruf yang Terutama Mewakili Konsonan

Sistem tulisan bahasa Arab juga memiliki ciri yang langsung terlihat: arah tulisannya dari kanan ke kiri.

Namun, keunikannya bukan hanya soal arah. Alfabet Arab memiliki 28 huruf yang terutama merepresentasikan konsonan. Bunyi vokal pendek biasanya ditandai dengan tanda diakritik atau harakat, tetapi tanda tersebut sering tidak ditulis dalam teks sehari-hari. Pembaca kemudian menggunakan konteks dan pengetahuan bahasa untuk menentukan pelafalannya.

Contohnya, rangkaian konsonan tertentu dapat menjadi dasar bagi beberapa kata dengan pola vokal yang berbeda. Sistem tersebut berkaitan dengan struktur akar kata dalam bahasa Arab.

Bentuk hurufnya juga dapat berubah tergantung posisinya dalam kata. Sebuah huruf dapat memiliki bentuk berbeda ketika berada di awal, tengah, atau akhir kata karena banyak huruf Arab saling tersambung ketika ditulis.

Adapun arah kanan ke kiri bukan sekadar pilihan estetis. Arah tersebut merupakan bagian dari tradisi historis rumpun aksara Semitik yang kemudian diwariskan hingga sistem tulisan Arab modern.

Baca Juga: Mengulik Masa Lalu, Kenapa Dulu Kita Betah Main Petak Umpet? Ternyata Ada Alasannya

4. Bahasa Korea dan Hangul yang Dirancang Berdasarkan Bunyi

Bahasa Korea memiliki salah satu sistem tulisan yang paling menarik karena Hangul dirancang dengan prinsip yang sangat sistematis.

Konsonan dasar Hangul tidak dibuat secara sembarangan. Bentuk beberapa huruf dasarnya menggambarkan posisi atau bentuk organ bicara ketika menghasilkan bunyi tertentu. Misalnya, ㄱ dikaitkan dengan posisi lidah ketika menghasilkan bunyi tersebut, sedangkan ㅁ berkaitan dengan bentuk bibir. Dari huruf-huruf dasar itu kemudian dibentuk huruf lain dengan penambahan garis berdasarkan hubungan bunyinya.

Vokalnya juga memiliki prinsip pembentukan tersendiri. Sistem Hangul kemudian menyusun huruf-huruf tersebut ke dalam blok suku kata sehingga satu suku kata terlihat seperti satu unit visual.

Karena hubungan antara bentuk huruf dan cara menghasilkan bunyi dibuat secara sistematis, Hangul kerap disebut sebagai salah satu sistem alfabet yang sangat terstruktur. National Institute of Korean Language menjelaskan bahwa hubungan antarbentuk huruf mencerminkan karakteristik bunyi dan tempat artikulasinya.

5. Hieroglif Mesir, Tulisan yang Bisa Berubah Arah

Kalau ada sistem tulisan yang membuat kita benar-benar harus “melihat ke mana arahnya”, salah satunya adalah hieroglif Mesir Kuno.

Hieroglif menggunakan berbagai jenis tanda, termasuk gambar manusia, hewan, dan benda. Namun, gambar tersebut tidak selalu hanya berarti benda yang digambarkan. Dalam sistem hieroglif, tanda juga dapat digunakan untuk mewakili bunyi atau berfungsi sebagai penentu makna.

Yang lebih menarik adalah arah membacanya. Hieroglif dapat ditulis dari kanan ke kiri maupun dari kiri ke kanan, serta dapat disusun secara horizontal atau vertikal. Untuk mengetahui dari mana harus mulai membaca, salah satu petunjuknya adalah melihat arah hadap manusia atau hewan dalam tulisan tersebut.

Jika figur menghadap ke kanan, pembacaan dimulai dari kanan menuju figur tersebut. Dengan kata lain, simbol-simbol di dalam tulisan bukan hanya memiliki nilai bahasa, tetapi juga memiliki orientasi visual yang membantu pembaca menentukan arah.

Editor : Inayah Choirunisa
Sumber : Berbagai Sumber
sistem bunyi huruf bahasa tulisan