Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Goceng Berapa Rupiah? Ternyata Istilah Ini Berasal dari Bahasa Hokkien

I
Penulis: Inayah Choirunisa❯
Istilah goceng bernilai Rp5.000 dan berasal dari bahasa Hokkien. Berbaur lewat transaksi perdagangan, kosakata bilangan ini kini terserap ke dalam KBBI dan lazim dipakai dalam percakapan sehari-hari.
Istilah goceng bernilai Rp5.000 dan berasal dari bahasa Hokkien. Berbaur lewat transaksi perdagangan, kosakata bilangan ini kini terserap ke dalam KBBI dan lazim dipakai dalam percakapan sehari-hari.

Advertisement

SOLOBALAPAN.COM – Goceng berapa rupiah? Bagi sebagian masyarakat Indonesia, istilah ini tentu sudah tidak asing. Kata tersebut kerap digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menyebut nominal uang tanpa harus mengatakan angka sebenarnya.

Misalnya, seseorang mengatakan, “Bayarnya goceng saja.” Artinya, uang yang dimaksud adalah Rp5.000. Namun, tahukah kamu bahwa istilah goceng bukan berasal dari bahasa Indonesia asli?

Istilah goceng merupakan salah satu kosakata yang berasal dari bahasa Hokkien. Bahasa tersebut kemudian berbaur dengan bahasa yang digunakan masyarakat Indonesia dan akhirnya menjadi istilah yang cukup umum dalam percakapan sehari-hari.

Goceng Berapa Rupiah?

Secara sederhana, goceng berarti Rp5.000. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), goceng memiliki arti lima ribu.

Advertisement

Menariknya, istilah tersebut sebenarnya tidak hanya digunakan untuk menyebut uang. Goceng merupakan bentuk penyebutan bilangan. Namun, dalam percakapan masyarakat Indonesia, kata tersebut lebih sering digunakan ketika membicarakan harga atau nominal uang.

Selain goceng, ada sejumlah istilah lain yang memiliki pola serupa. Misalnya, gocap berarti 50, cepek berarti 100, gopek berarti 500, seceng atau ceceng berarti 1.000, ceban berarti 10.000, dan goban berarti 50.000.

Dalam penggunaannya untuk menyebut harga, istilah-istilah tersebut biasanya dipahami sebagai nominal rupiah. Karena itu, ketika seseorang mengatakan “lima goceng”, maksudnya bukan lima bilangan 5.000 secara abstrak, melainkan Rp25.000.

Dari Mana Asal Kata Goceng?

Goceng dan sejumlah istilah bilangan lainnya berkembang dari bahasa Hokkien yang digunakan oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia.

Menurut sejumlah sumber, penggunaan istilah tersebut berkaitan dengan kedatangan masyarakat Tionghoa dari wilayah Fujian, Tiongkok bagian selatan. Dalam aktivitas perdagangan dan transaksi sehari-hari, kosakata Hokkien kemudian berinteraksi dengan bahasa yang digunakan masyarakat setempat.

Dari interaksi tersebut, sejumlah istilah bilangan menjadi semakin dikenal dan digunakan di luar komunitas penutur aslinya. Penggunaannya pada awalnya banyak ditemukan di kawasan perkotaan, termasuk Jakarta, sebelum kemudian menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.

Advertisement
Editor : Inayah Choirunisa

Artikel Terkait

Apa Itu Nilapke? Ternyata Ada Istilah Bahasa Jawa untuk Pergi Diam-Diam

Apa Itu Nilapke? Ternyata Ada Istilah Bahasa Jawa untuk Pergi Diam-Diam

Istilah bahasa Jawa nilapke merujuk pada tindakan pergi secara diam-diam demi menghindari rasa sedih dari orang yang ditinggalkan. Kosakata ini memuat makna emosional terkait perpisahan dan fenomena kelayu.

Selikur, Selawe, sampai Sewidak, Ternyata Ada Makna di Balik Angka dalam Bahasa Jawa

Selikur, Selawe, sampai Sewidak, Ternyata Ada Makna di Balik Angka dalam Bahasa Jawa

Penyebutan angka Jawa seperti selikur, selawe, hingga sewidak memuat filosofi perjalanan hidup manusia. Istilah bilangan ini menggambarkan fase produktif, pernikahan, hingga persiapan spiritual di usia tua.

Bokap, Nyokap, sampai Bokis, Ternyata Ada Cerita di Balik Bahasa Prokem

Bokap, Nyokap, sampai Bokis, Ternyata Ada Cerita di Balik Bahasa Prokem

Bahasa prokem era 1970-an membentuk kata bokap, nyokap, dan bokis lewat rumus sisipan -ok-. Kosakata rahasia kelompok pergaulan ini kini bertahan dan populer digunakan dalam percakapan santai.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer