Apa Itu Nilapke? Ternyata Ada Istilah Bahasa Jawa untuk Pergi Diam-Diam

SOLOBALAPAN.COM – Pernah mendengar orang Jawa mengatakan “nilapke”? Bagi sebagian penutur bahasa Jawa, kata ini mungkin masih terdengar akrab. Namun, bagi mereka yang sudah lama merantau atau jarang menggunakan bahasa Jawa dalam percakapan sehari-hari, istilah tersebut bisa terdengar asing.
Hal ini cukup wajar karena sejumlah kosakata Jawa semakin jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama ketika seseorang tinggal cukup lama di luar daerah asalnya. Tak sedikit pula orang yang sebenarnya tumbuh di lingkungan Jawa, tetapi baru kembali mendengar kata-kata tertentu setelah lama tinggal di kota lain.
Salah satu kata yang menarik untuk dikenali kembali adalah nilapke.
Baca Juga: Secantik Namanya, Kue Nona Manis Punya Rasa Semanis Penampilannya
Apa Itu Nilapke dalam Bahasa Jawa?
Dalam penggunaan bahasa Jawa, nilapke merujuk pada tindakan pergi atau meninggalkan seseorang secara diam-diam agar kepergian tersebut tidak terlalu terasa bagi orang yang ditinggalkan.
Misalnya, seseorang hendak pergi meninggalkan rumah, tetapi ia sengaja berangkat ketika orang lain sedang tidak melihat. Tindakan seperti itu dapat disebut sebagai nilapke.
Kata ini berkaitan dengan situasi ketika seseorang ingin menghindari perasaan berat atau sedih dari orang yang akan ditinggalkan. Dengan pergi secara sembunyi-sembunyi, momen perpisahan diharapkan tidak terasa terlalu menyakitkan.
Karena itu, nilapke tidak sekadar menggambarkan tindakan pergi tanpa pamit. Ada konteks emosional di dalamnya, yakni usaha untuk membuat kepergian terasa lebih ringan bagi orang yang ditinggalkan.
Berkaitan dengan Rasa “Kelayu”
Dalam percakapan masyarakat Jawa, istilah nilapke juga dapat ditemui dalam konteks yang berkaitan dengan kelayu. Istilah kelayu menggambarkan perasaan ingin ikut pergi ketika melihat seseorang yang dekat dengan kita hendak meninggalkan suatu tempat.
Contohnya, ketika seorang anak melihat orang tuanya hendak pergi dalam waktu lama, anak tersebut mungkin merasa ingin ikut. Begitu pula seseorang yang merasa berat ketika harus ditinggalkan oleh orang terdekatnya.
Dalam situasi seperti itu, orang yang akan pergi terkadang memilih untuk nilapke, yaitu pergi tanpa membuat kepergiannya terlalu diketahui oleh orang yang mungkin merasa berat ditinggalkan.



