SOLOBALAPAN.COM - Suweg selama ini lebih dikenal sebagai umbi yang diolah dengan cara direbus atau dikukus. Namun, umbi lokal ini ternyata bisa diolah lebih jauh menjadi tepung untuk bahan pembuatan cookies hingga brownies.
Suweg merupakan salah satu jenis umbi yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan di sejumlah daerah. Bentuknya memang tidak jauh dari umbi-umbian lain yang biasa ditemukan di dapur. Cara mengolahnya pun cukup beragam, mulai dari direbus, dikukus, hingga digoreng.
Namun, pemanfaatan suweg ternyata tidak berhenti setelah umbinya matang. Dalam sejumlah penelitian, suweg juga dikembangkan menjadi tepung. Bentuk inilah yang membuat penggunaannya menjadi lebih luas karena tepung suweg dapat dicampurkan ke dalam berbagai olahan makanan.
Dikutip dari penelitian mengenai pemanfaatan suweg sebagai bahan pangan, umbi tersebut dapat diproses menjadi tepung sebelum digunakan dalam produk olahan. Pengembangan dalam bentuk tepung menjadi salah satu cara untuk memperluas pemanfaatan suweg yang selama ini lebih sering diolah secara langsung.
Salah satu produk yang telah diuji adalah cookies. Penelitian yang dimuat dalam jurnal Pangan dan Gizi pada 2017 menguji tepung suweg sebagai pengganti sebagian tepung terigu dalam pembuatan cookies.
Baca Juga: Zaman Sekarang Jangan Cuma “Nrima Ing Pandum”, Orang Jawa Juga Punya Filosofi untuk Terus Berjuang
Dalam penelitian tersebut, tepung suweg digunakan dengan beberapa tingkat campuran, yakni 10 persen, 20 persen, dan 30 persen. Penggunaan tepung suweg ternyata turut memengaruhi karakteristik cookies yang dihasilkan, seperti tekstur, warna, aroma, rasa, hingga kadar air.
Dengan begitu, tepung suweg tidak harus menggantikan seluruh tepung terigu. Penggunaannya dapat dibuat sebagai bagian dari campuran adonan dengan komposisi tertentu untuk menghasilkan produk yang tetap dapat diterima.
Tak hanya cookies, tepung suweg juga pernah digunakan dalam pembuatan brownies. Penelitian mengenai pemanfaatan tepung suweg pada brownies menguji beberapa tingkat penggantian tepung terigu, mulai dari sebagian hingga seluruhnya.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya perbedaan karakteristik pada setiap formulasi. Salah satu formulasi dengan penggunaan 25 persen tepung suweg menjadi pilihan yang disukai panelis setelah brownies yang dibuat tanpa substitusi.
Baca Juga: Duga Wanprestasi Soal Rumah Gono-Gini, Sarwendah Layangkan Somasi Tegas ke Ruben Onsu
Temuan tersebut memperlihatkan bahwa suweg memiliki pemanfaatan yang cukup luas. Umbi yang selama ini identik dengan olahan sederhana ternyata dapat diproses menjadi tepung dan digunakan dalam makanan seperti cookies dan brownies.
Meski demikian, suweg perlu melalui pengolahan yang tepat sebelum dikonsumsi. Umbi ini mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat menimbulkan rasa gatal atau iritasi, sehingga proses pengolahan menjadi bagian penting dalam pemanfaatannya sebagai bahan pangan.
Dari sini, suweg menunjukkan sisi yang mungkin belum banyak diketahui. Bukan hanya dapat disajikan sebagai umbi rebus atau kukus, bahan pangan lokal tersebut juga dapat diolah lebih lanjut hingga menjadi tepung dan masuk ke dalam berbagai produk makanan. (hanifatuz zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber