SOLOBALAPAN.COM - Pernah nggak, lihat sebuah kafe di Instagram atau TikTok lalu langsung penasaran ingin datang?
Interiornya unik, pencahayaannya bagus, makanannya juga terlihat menarik.
Sekarang, hal-hal seperti itu memang sering menjadi pertimbangan anak muda saat memilih tempat untuk nongkrong.
Tempat estetik semakin mudah ditemukan di berbagai kota.
Mulai dari kafe dengan konsep unik, restoran, toko, hingga tempat wisata yang punya sudut menarik untuk difoto.
Baca Juga: Tertunduk Lesu! Oknum Satlantas Polrestabes Surabaya Bakal Didemosi Pasca Pungli Surat Kecelakaan
Namun, ternyata alasan anak muda datang ke tempat seperti ini bukan cuma untuk mendapatkan foto bagus.
Penelitian tentang interior kafe Instagramable menunjukkan bahwa aktivitas pengunjung cukup beragam.
Mereka datang untuk berkumpul, makan dan minum, bekerja, mengambil foto, hingga menikmati suasana tempat tersebut.
Tampilan ruang yang menarik juga dapat memunculkan respons emosional positif dan membuat pengunjung tertarik untuk datang.
Media sosial memang punya pengaruh besar.
Foto atau video sebuah tempat bisa membuat orang penasaran dan akhirnya memasukkannya ke daftar tempat yang ingin dikunjungi.
RRI juga pernah menyoroti bagaimana kafe menjadi salah satu pilihan Gen Z untuk mengisi media sosial karena suasananya yang menarik secara visual.
Tapi, melihat tempat bagus di media sosial belum tentu langsung membuat seseorang datang.
Biasanya mereka masih akan mengecek harga, menu, lokasi, ulasan, sampai melihat apakah tempat tersebut benar-benar sesuai dengan yang terlihat di internet.
Selain itu, tempat estetik juga menawarkan pengalaman.
Anak muda bisa datang untuk ngobrol dengan teman, mengerjakan tugas, bekerja, membaca buku, atau sekadar mencari suasana baru.
Baca Juga: Roti Kijing, Jajanan Jadul Yang Legit Di Setiap Gigitan
Kafe akhirnya bukan hanya tempat membeli makanan dan minuman, tetapi juga menjadi ruang untuk bersosialisasi dan menghabiskan waktu.
Pilihan tempat juga bisa mencerminkan selera seseorang.
Ada yang suka kafe minimalis, tempat bernuansa vintage, konsep industrial, atau ruang yang penuh tanaman.
Ketika pengalaman tersebut kemudian dibagikan di media sosial, tempat yang dikunjungi secara tidak langsung menjadi bagian dari identitas digital mereka.
Jadi, kalau anak muda sekarang rela mencari tempat yang jauh hanya karena melihatnya di media sosial, alasannya belum tentu sekadar ingin foto.
Bisa saja mereka sedang mencari tempat yang nyaman, pengalaman baru, ruang untuk bertemu teman, atau sekadar ingin menikmati suasana yang berbeda.
Pada akhirnya, estetik memang bisa menjadi alasan pertama seseorang datang, tetapi pengalamanlah yang membuat mereka ingin kembali. (Luthfiana Sekar)
Editor : Ferry Ardi Susanto