SOLOBALAPAN.COM - Pipi yang tampak merona kini menjadi salah satu ciri riasan wajah yang banyak digemari, terutama di kalangan pengguna TikTok. Berbagai video tutorial memperlihatkan penggunaan blush dalam jumlah lebih banyak dari biasanya hingga warna merah muda atau peach tampak begitu menonjol di pipi.
Tampilan tersebut dikenal dengan istilah blush blindness dan menjadi salah satu tren makeup yang banyak ditiru karena dianggap mampu membuat wajah terlihat lebih segar sekaligus memberikan kesan muda.
Di balik tampilannya yang menarik, tren ini sebenarnya tidak selalu memberikan hasil yang sama pada setiap orang. Blush blindness merupakan istilah yang menggambarkan kondisi ketika seseorang memakai blush secara berlebihan hingga tidak lagi menyadari bahwa hasil riasannya sudah terlalu mencolok.
Baca Juga: Mengenal Bebot, Kikay, dan Kakaibabe, Tiga Gaya Makeup Filipina yang Tengah Tren
Saat terus menambahkan warna sedikit demi sedikit, mata dapat terbiasa dengan intensitas blush yang semakin pekat sehingga sulit membedakan apakah tampilannya masih seimbang atau sudah berlebihan.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa selera dalam bermakeup juga dipengaruhi oleh tren yang sedang berkembang di media sosial. Apa yang sering muncul di linimasa perlahan dapat membentuk anggapan bahwa tampilan tertentu adalah hal yang normal.
Padahal, riasan yang terlihat menarik pada seorang kreator belum tentu menghasilkan kesan serupa ketika diterapkan pada wajah orang lain.
Baca Juga: Sering Dianggap Sepele, Pengeluaran Kecil Ini Bisa Membuat Dompet Cepat Menipis
Hal itu karena setiap orang memiliki karakter wajah yang berbeda. Warna kulit, bentuk wajah, hingga undertone menjadi beberapa faktor yang memengaruhi hasil akhir penggunaan blush.
Warna soft pink, misalnya, dapat terlihat segar pada sebagian orang, tetapi bisa tampak terlalu pucat atau justru mencolok pada orang lain. Begitu pula dengan warna peach, coral, atau berry yang akan memberikan hasil berbeda bergantung pada warna kulit pemakainya.
Selain pemilihan warna, teknik pengaplikasian juga tidak kalah penting. Blush yang diletakkan terlalu rendah dapat memberi kesan wajah lebih turun, sedangkan aplikasi yang terlalu melebar bisa membuat pipi terlihat lebih penuh.
Baca Juga: Sunscreen Makin Populer, Sudahkah Dipakai dengan Tepat?
Sebaliknya, penempatan yang disesuaikan dengan bentuk wajah akan membantu menciptakan tampilan yang lebih proporsional tanpa harus menggunakan produk secara berlebihan.
Tidak sedikit pula video di media sosial yang direkam menggunakan pencahayaan profesional, kamera berkualitas tinggi, hingga filter yang membuat warna blush tampak lebih lembut dibandingkan aslinya.
Kondisi ini sering kali membuat penonton terdorong menambah produk agar hasil di wajahnya terlihat sama, padahal tampilan di layar belum tentu mencerminkan warna sebenarnya.
Baca Juga: Temukan Anak Kucing Jalanan di Lokasi Syuting, Cinta Laura Putuskan Mengadopsinya
Karena itu, mengikuti tren tidak ada salahnya selama tetap disesuaikan dengan karakter wajah masing-masing. Cara yang lebih aman adalah mengaplikasikan blush secara tipis terlebih dahulu.
Kemudian menambahnya sedikit demi sedikit hingga mendapatkan intensitas warna yang diinginkan. Teknik ini membuat hasil riasan lebih mudah dikontrol sekaligus mengurangi risiko penggunaan blush yang berlebihan.
Tren makeup akan terus berganti mengikuti perkembangan dunia kecantikan. Namun, riasan yang baik bukan ditentukan oleh seberapa viral teknik yang digunakan, melainkan seberapa sesuai hasilnya dengan karakter wajah.
Baca Juga: Suara Mirip Belum Tentu Asli, Kenali Modus Penipuan Berbasis AI
Makeup pada akhirnya tetap menjadi sarana untuk menonjolkan keunikan setiap orang, bukan sekadar mengikuti tren yang sedang ramai diperbincangkan.
Editor : Adi Pras