SOLOBALPAN.COM- Pernahkah seseorang yang biasanya akrab tiba-tiba berubah menjadi pendiam? Sapaan tak lagi direspons, percakapan dihindari, dan suasana terasa canggung tanpa penjelasan. Di tengah hubungan yang tampak baik-baik saja, perubahan sikap seperti ini sering kali menimbulkan tanda tanya. Belakangan, fenomena tersebut semakin sering dikenal dengan istilah.
Dikutip dari penelitian berjudul "Silent treatment Sebagai Bentuk Ekspresi Emosi Marah”, silent treatment merupakan tindakan pasif yang menunjukkan penolakan untuk berkomunikasi dengan lawan bicara. Perilaku ini kerap dipandang sebagai bentuk komunikasi pasif-agresif, yakni ketika seseorang memilih mengabaikan atau tidak memberikan respons kepada orang lain, baik sebagai bentuk penghukuman maupun sebagai upaya menghindari konflik.
Baca Juga: Niacinamide dalam Skincare, Sebenarnya Fungsinya Apa?
Istilah silent treatment kini semakin akrab di telinga masyarakat, terutama setelah banyak diperbincangkan di media sosial. Tidak sedikit warganet yang membagikan pengalaman mereka saat didiamkan oleh pasangan, teman, keluarga, maupun rekan kerja. Sebaliknya, ada pula yang mengaku pernah memilih diam karena merasa belum siap berbicara atau kesulitan mengungkapkan apa yang sedang dirasakan.
Ada berbagai alasan yang membuat seseorang memilih melakukan silent treatment. Sebagian orang membutuhkan waktu untuk menenangkan diri sebelum kembali berkomunikasi. Ada pula yang merasa bingung harus memulai pembicaraan dari mana, khawatir perkataannya justru memperburuk keadaan, atau memilih menghindari situasi yang dianggap melelahkan secara emosional.
Baca Juga: Jejak Kampung Semanggi Solo, Berawal dari Hamparan Tanaman hingga Bandar Bengawan
Di sisi lain, silent treatment juga dapat menimbulkan kebingungan bagi orang yang mengalaminya. Tidak adanya penjelasan sering kali membuat seseorang terus bertanya-tanya mengenai penyebab perubahan sikap orang terdekatnya.
Meski demikian, memilih diam tidak selalu memiliki makna yang sama. Dalam situasi tertentu, seseorang memang membutuhkan waktu untuk meredakan emosi sebelum membicarakan persoalan dengan kepala yang lebih tenang. Namun, ketika diam dilakukan terus-menerus tanpa adanya penjelasan atau keinginan untuk kembali berkomunikasi, hubungan dengan orang lain dapat menjadi kurang sehat karena persoalan yang tidak diselesaikan.
Baca Juga: Siap-Siap Baper! Drama Baru Ha Seok Jin dan Hani dalam Love on the Menu Bakal Tayang Pekan Ini
Fenomena silent treatment menunjukkan bahwa kemudahan berkomunikasi di era digital tidak selalu membuat seseorang lebih mudah menyampaikan perasaan. Pada akhirnya, komunikasi yang terbuka tetap menjadi salah satu cara penting untuk membangun pengertian dan menjaga hubungan, baik dengan pasangan, keluarga, teman, maupun rekan kerja.
Editor : Kabun Triyatno