SOLOBALAPAN.COM - Film "Harusnya Horror" hadir sebagai salah satu film horor komedi Indonesia yang menawarkan konsep tidak biasa.
Disutradarai oleh Reza Arap, film yang akan tayang pada 20 Agustus 2026 ini menggabungkan unsur horor, fantasi, dan satire dunia digital dalam satu cerita yang penuh kekacauan dan humor absurd.
Cerita berpusat pada seorang setan wibu yang meninggal sebelum sempat menyaksikan episode terakhir anime favoritnya. Keinginan yang belum tercapai itu membuatnya mendapat kesempatan khusus dari alam akhirat untuk mewujudkan impiannya.
Namun kesempatan tersebut datang dengan syarat yang tidak mudah. Sang setan harus berhasil menakut-nakuti 100 ribu manusia agar bisa memperoleh hadiah yang diinginkannya.
Masalahnya, ia justru tidak memiliki kemampuan untuk membuat orang takut.
Setiap usaha yang dilakukan selalu berakhir gagal. Penampilannya tidak menyeramkan, aksinya tidak mengintimidasi, dan kehadirannya sering kali dianggap biasa oleh manusia yang ditemuinya.
Di tengah kebuntuan tersebut, ia bertemu dengan sekelompok kreator konten horor yang sedang mengalami krisis. Jumlah penonton mereka menurun drastis dan kondisi keuangan kelompok itu semakin memburuk akibat konten yang tidak lagi menarik perhatian publik.
Pertemuan itu melahirkan kerja sama yang sama-sama menguntungkan. Para kreator membutuhkan hantu sungguhan untuk membuat konten viral, sementara sang setan membutuhkan bantuan manusia agar bisa belajar menjadi sosok yang menakutkan.
Mereka kemudian menjalankan berbagai eksperimen horor yang bertujuan menarik perhatian internet.
Baca Juga: Skenario Veda Ega Pratama Tembus 3 Besar Klasemen Moto3 Jelang GP Hungaria 2026, Ini Syaratnya
Namun hampir setiap rencana berakhir dengan situasi kocak yang jauh dari kata menyeramkan dan justru memunculkan berbagai kekacauan baru.
Di balik komedinya, film ini juga menyentil fenomena media sosial yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Budaya mengejar viralitas, obsesi terhadap jumlah penonton, dan tekanan menjadi kreator konten menjadi bagian penting dari cerita yang disampaikan.
Seiring perjalanan cerita, hubungan antara sang setan dan para kreator berkembang menjadi lebih emosional.
Film mulai membahas penerimaan diri, arti persahabatan, hingga makna keluarga yang ditemukan dari orang-orang yang tidak pernah diduga sebelumnya.
Dengan premis tentang hantu yang takut dianggap gagal sebagai hantu,
Harusnya Horror menawarkan pengalaman berbeda dari film horor pada umumnya. Alih-alih mengandalkan teror dan jumpscare, film ini menghadirkan tawa sekaligus pesan tentang mimpi, kegagalan, dan pencarian jati diri. (ags)
Editor : Laila Zakiya