SOLOBALAPAN.COM - Nama Yusuf Mahardika mungkin masih melekat kuat dengan sosok Madun, karakter anak pencinta sepak bola yang populer di layar kaca pada awal 2010-an.
Namun melalui film "CLBK: Cinta Lama Babak Kedua", Yusuf menunjukkan fase baru dalam perjalanan kariernya sebagai aktor yang kini memasuki peran-peran yang lebih dewasa dan emosional.
Sebelum dikenal sebagai aktor, Yusuf sebenarnya tumbuh dari dunia sepak bola. Ia pernah menimba ilmu di akademi sepak bola ASIOP dan dipercaya menjadi kapten Tim Nasional Indonesia U-14.
Bakatnya di lapangan kemudian membuka jalan menuju dunia hiburan, termasuk melalui debut filmnya dalam Garuda di Dadaku 2 pada 2011.
Perjalanan karier Yusuf berubah drastis ketika ia dipercaya memerankan tokoh utama dalam serial Tendangan Si Madun.
Tayangan tersebut menjadi salah satu serial anak paling populer pada masanya dan menjadikan Yusuf sebagai salah satu bintang cilik paling dikenal di Indonesia.
Kesuksesan Madun berlangsung selama bertahun-tahun melalui berbagai sekuel dan kelanjutan cerita.
Bagi banyak penonton yang tumbuh pada era itu, wajah Yusuf praktis tidak bisa dipisahkan dari karakter Madun yang identik dengan semangat, mimpi, dan kecintaan terhadap sepak bola.
Baca Juga: Sinopsis Film CLBK: Cinta Lama Babak Kedua, Sajikan Nostalgia Asmara di Bandung Era 1970-an
Namun popularitas besar juga membawa tantangan tersendiri. Yusuf pernah mengungkap bahwa ketenaran yang datang di usia muda menghadirkan tekanan psikologis yang tidak ringan.
Ia harus menghadapi ekspektasi publik yang begitu besar ketika namanya sedang berada di puncak popularitas.
Alih-alih terjebak pada satu identitas, Yusuf memilih memperluas kemampuannya. Selain tetap aktif berakting, ia juga mulai terlibat dalam berbagai proyek produksi independen.
Perjalanan itu kini membawanya ke CLBK: Cinta Lama Babak Kedua. Dalam film ini, Yusuf dipercaya memerankan Aby muda, karakter yang menjadi pusat kisah cinta lintas generasi antara Aby dan Sita. Peran tersebut jauh berbeda dari sosok Madun yang membesarkan namanya.
Sebagai Aby muda, Yusuf harus menghadirkan emosi yang lebih kompleks, mulai dari cinta, kehilangan, harapan, hingga keputusan hidup yang berdampak puluhan tahun kemudian.
Karakter yang ia bangun juga menjadi fondasi bagi sosok Aby tua yang diperankan oleh Slamet Rahardjo.
Kehadiran Yusuf dalam CLBK menjadi simbol perjalanan panjang seorang aktor yang tumbuh bersama penontonnya.
Dari kapten tim sepak bola muda, ikon serial anak-anak, hingga pemeran utama dalam drama romantis lintas generasi, Yusuf Mahardika menunjukkan bahwa dirinya telah melangkah jauh dari sosok Madun menuju babak baru yang lebih matang dalam kariernya. (ags)
Editor : Laila Zakiya