SOLOBALAPAN.COM - Film pertama yang mengubah pernikahan Grace (Samara Weaving) menjadi sebuah permainan hidup dan mati sebagai perjanjian dan ritual bagi keluarga Le Domas, benar-benar belum usai.
Grace sempat kehilangan tanda-tanda vital kehidupannya, setelah berhasil lolos dari ritual mematikan keluarga suaminya, Alex.
Kemudiaan saat ia tersadar di sebuah rumah sakit, ia mendapati tangannya di borgol oleh aparat hukum setempat.
Tiba-tiba adiknya, Faith (Kathryn Newton) muncul dihadapannya untuk sekedar menjenguk dan mengetahui kabar kakaknya setelah bertahun-tahun berpisah karena sebuah pertengkaran.
Baca Juga: Nyaman dan Gratis, Perpustakaan Bank Indonesia Solo Jadi Spot Belajar Favorit di Tengah Kota
Kabar kematian keluarga Le Domas sampai hingga keluarga Danforth dan keluarga-keluarga pemuja setan lainnya yang saling memperebutkan takhta kekuasaan atas berbagai kendali dan kebebasan di seluruh dunia.
Grace dan Faith yang sedang tidak baik-baik saja, diburu untuk melanjutkan permainan yang telah disepakati leluhur keluarga satanis itu.
Sehingga tidak sedikit adegan yang berisi perdebatan dan pembelaan antara satu sama lain dengan mengungkit masa lalu.
Film yang berlatar di kediaman keluarga Danforth ini kembali membawakan permainan Hide and Seek (petak umpet) seperti yang dimainkan pada film pertama dan dimenangkan oleh Grace.
Kini, Grace dan Faith harus melarikan diri dari pembantaian empat keluarga satanis yang membawa senjata leluhur mereka.
Terlebih lagi, hadirnya Francesca, mantan tunangan Alex yang termasuk keluarga satanis itu dengan membawa dendam pribadi kepada Grace.
Matt Bettinelli-Olpin dan Tyler Gillett sebagai sutradara bersama Guy Busick, R Christopher Murphy sebagai penulis mendistribusikan film mereka melalui 20th Century Studios dengan durasi 108 menit bergenre Slasher.
Baca Juga: Relevansi Tari Tradisional di Era Modern
Permainan dimulai dengan pembacaan peraturan oleh pengacara Mr. Le Bail (Elijah Wood) di hadapan para kepala keluarga dari masing-masing keluarga pemuja satanis termasuk saudara kembar Ursula (sarah Michelle Gellar) dan Titus Danforth (Shawn Hatosy), Wan Chen Xing (Olivia Chen), Viraj Rajan (Nadeem Umar-Khitab), Ignacio El Caido (Néstor Carbonell) dan Bill Wilkinson (Kevin Durand).
Permainannya mudah, para kepala keluarga ini harus membunuh Grace sebelum fajar tiba setelah dimulai pada pukul 14.31 waktu setempat, bagi kepala keluarga yang gugur akan digantikan oleh keluarganya yang paling tua setelahnya untuk turun ke lapangan memburu Grace.
Antara satu keluarga dan keluarga yang lain tidak boleh saling membunuh, barang siapa yang dapat membunuh Grace, maka ia berhak mendapatkan high seat dan cincin yang dapat mengatur dunia.
Film ini mendapatkan berbagai tanggapan dari para penonton.
Banyak yang merasa puas karena totalitas perjuangan Grace dan Faith melawan balik para pemburu dengan kondisi awal kedua tangan mereka yang di borgol, perjuangan Grace yang belum sepenuhnya pulih harus kembali ke medan perang, dan keputusan Grace yang membuat penonton menduga-duga akan adegan selanjutnya setelah Grace menyelamatkan Faith dengan melamar Titus Danforth, yang dalam permainan akan menjadikan Titus sebagai pemegang kekuasaan tanpa harus membunuh.
Jadi bagi Grace, keputusan ini saling menguntungkan.
Baca Juga: Tidak Berhenti Menjadi Media Ekspresi, Tari Berfungsi Sebagai Identitas Daerah
Menit-menit akhir dalam film semakin seru ketika akhirnya Grace membunuh Titus setelah resmi menjadi suami istri, hal ini dilakukan Grace seperti apa yang dilakukan Titus untuk membunuh saudari kembarnya sendiri (Ursula) yang mana tindakan ini sah-sah saja karena tidak dituliskan dalam peraturan.
Film ini resmi tayang pada 15 April 2026 lalu dan menjadi salah satu film yang paling dinantikan penonton setelah kurang lebih 7 tahun film pertamanya berhasil membuat kagum penonton atas aksi Grace yang menjadi satuasatunya korban yang pernah selamat dari genggaman ritus ini. (riz/lz)
Editor : Laila Zakiya