Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Relevansi Tari Tradisional di Era Modern

L
Penulis: Laila Zakiya❯
Para Penari Muda pada Persembahan Tari Gambyong. (DOK: ISI Surakarta)
Para Penari Muda pada Persembahan Tari Gambyong. (DOK: ISI Surakarta)

Advertisement

 

SOLOBALAPAN.COM - Seni tari sering kali dianggap sebagai sesuatu yang kuno dan kurang relevan dengan kehidupan modern, terutama di kalangan anak muda yang lebih dekat dengan budaya digital.

Anggapan tersebut perlahan mulai terbantahkan seiring meningkatnya minat generasi muda terhadap seni pertunjukan, khususnya tari tradisional yang kini hadir dalam kemasan lebih segar dan kontekstual.

Advertisement

Fenomena ini bisa dilihat dari maraknya festival budaya, pentas seni, hingga konten tari di media sosial yang semakin populer.

Tari tidak lagi hanya tampil di ruang-ruang formal seperti panggung kesenian atau acara adat, tetapi juga merambah ke platform digital seperti TikTok dan YouTube yang menjangkau audiens lebih luas.

Dalam kajian seni, tari dipahami sebagai bentuk ekspresi manusia melalui gerak yang terstruktur dan memiliki makna.

Advertisement

Gerakan dalam tari bukan sekadar estetika visual, tetapi juga mengandung pesan, nilai, dan simbol tertentu yang berkaitan dengan budaya masyarakat pendukungnya (Sumber: Jurnal Makalangan ISBI Bandung).

Perkembangan ini menunjukkan bahwa tari memiliki fleksibilitas tinggi untuk beradaptasi dengan perubahan zaman.

Banyak tari tradisional yang kini dikemas ulang tanpa menghilangkan esensi utamanya, sehingga tetap menarik bagi generasi muda tanpa kehilangan identitas budaya. 

Karya Pengkuh kemas kebebasan gerak lewat tari. (DOK: ISBI Bandung)
Karya Pengkuh kemas kebebasan gerak lewat tari. (DOK: ISBI Bandung)

 

Advertisement
Editor : Laila Zakiya
Sumber : Solo Balapan

Artikel Terkait

7 Maestro Tari Indonesia Menembus Panggung Duni

7 Maestro Tari Indonesia Menembus Panggung Duni

Profil Maestro-maestro Indonesia yang Berkecimpung di Bidang tari

Menjaga Pakem Tari Jawa di Tengah Perubahan Zaman

Menjaga Pakem Tari Jawa di Tengah Perubahan Zaman

Wiraga, wirama, dan wirasa menjadi napas utama tari Jawa. Ketiganya berpadu dengan pakem gerak, rias, busana, dan irama sebagai identitas budaya

Bagian-Bagian Yang Menyusun Tari Driasmara, Penggambaran ketertarikan hingga Keyakinan Hubungan

Bagian-Bagian Yang Menyusun Tari Driasmara, Penggambaran ketertarikan hingga Keyakinan Hubungan

Tari Driasmara yang bertemakan kisah cinta dengan penggambaran Panji Inukertapati dengan Dewi Sekartaji

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer