SOLOBALAPAN.COM - Angka kematian akibat serangan jantung masih tinggi di dunia, termasuk di Indonesia.
Dulu, penyakit ini sering dikaitkan dengan usia lanjut, tetapi sekarang usia produktif dan usia muda juga berisiko terkena serangan jantung.
Usia produktif atau muda, yang dimaksud di sini adalah usia di atas 17 tahun, di mana energi dan semangat untuk beraktivitas sedang tinggi.
Berbagai kondisi kesehatan, gaya hidup, usia, serta riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit jantung, yang biasa disebut faktor risiko.
Beberapa faktor risiko tidak bisa dicegah atau dikendalikan, seperti usia dan riwayat keluarga.
Namun, banyak langkah yang dapat diambil untuk menurunkan risiko terkena penyakit jantung, terutama dengan menerapkan pola hidup sehat.
Melansir dari YouTube Halosehat, kebiasaan buruk berikut ini merupakan faktor risiko yang harus dikendalikan agar jantung tetap sehat:
Merokok
Merokok adalah salah satu penyebab utama sakit jantung, terutama pada usia muda. Merokok termasuk dalam tiga faktor risiko utama dan dapat menyebabkan kematian pada sepertiga pengidap.
Menghirup sebatang rokok berarti memasukkan lebih dari 5.000 bahan kimia ke dalam tubuh, salah satunya karbon monoksida, yang dapat menurunkan jumlah oksigen dalam sel darah merah dan meningkatkan risiko penumpukan kolesterol pada pembuluh arteri.
Kurang Aktivitas Fisik
Kurangnya aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Usahakan untuk berolahraga ringan selama setidaknya 150 menit setiap minggu.
Jika pekerjaan mengharuskan Anda duduk sepanjang hari, cobalah untuk berdiri dan berjalan sebentar setiap jam.
Perubahan kecil ini dapat menjaga pembuluh darah tetap fleksibel dan aliran darah tetap lancar.
Konsumsi Makanan Tidak Sehat
Pola makan yang tinggi lemak jenuh, kolesterol, dan sodium dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.
Sebaiknya konsumsi lebih banyak buah, sayuran, gandum utuh, lemak sehat, protein dari kacang-kacangan, ikan, dan unggas, serta kurangi makanan olahan, garam, karbohidrat cepat dicerna, daging merah, dan minuman manis.
Konsumsi Alkohol
Konsumsi alkohol berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, risiko penyakit jantung, stroke, dan kanker.
Alkohol juga dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah dan menyebabkan detak jantung tidak teratur.
Jika Anda terbiasa mengonsumsi alkohol, sebaiknya kurangi secara bertahap hingga berhenti.
Stres
Stres dapat mempengaruhi kesehatan jantung melalui kebiasaan seperti makan berlebihan atau merokok.
Stres kronis dapat memicu pelepasan adrenalin yang meningkatkan detak jantung dan tekanan darah.
Terlalu sering mengalami stres dapat merusak pembuluh darah di jantung dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Begadang
Kurang tidur dapat mempengaruhi kesehatan jantung. Selama tidur, detak jantung dan tekanan darah turun pada fase pertama dan naik sesuai respons mimpi pada fase kedua.
Kekurangan tidur kronis dapat meningkatkan produksi kortisol dan adrenalin, mirip dengan respons tubuh saat stres, yang dapat menurunkan kesehatan jantung.
Malas Menyikat Gigi
Kebersihan gigi tidak hanya penting untuk kesehatan mulut tetapi juga untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Studi menunjukkan bahwa orang dengan penyakit jantung koroner yang rajin menjaga kebersihan gigi mengalami lebih sedikit masalah kardiovaskular.
Bakteri terkait penyakit gusi dapat menyebabkan peradangan yang meningkatkan risiko penyakit jantung.
Biasakan menyikat gigi dua kali sehari untuk mencegah masalah kesehatan gigi yang dapat berdampak pada jantung.
Merubah gaya hidup merupakan proses yang memerlukan waktu. Yang penting adalah konsistensi dalam menjaga pola hidup sehat agar dapat berlangsung dalam jangka panjang.
Jika kebiasaan buruk dapat diubah, kebiasaan hidup sehat dapat menggantikannya. (mg3/nda)
Editor : Nindia Aprilia