Masih Ingat Spacetoon? Dulu Teman Pulang Sekolah, Ternyata Begini Nasibnya Sekarang

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 11:49 WIB
Masih ingat Spacetoon?  Dulu jadi salah satu teman pulang sekolah anak-anak era 2000-an. Ternyata perjalanan channel ini cukup panjang, bahkan jaringannya pernah menjangkau Solo dan Yogyakarta. (Pinterest)
Masih ingat Spacetoon? Dulu jadi salah satu teman pulang sekolah anak-anak era 2000-an. Ternyata perjalanan channel ini cukup panjang, bahkan jaringannya pernah menjangkau Solo dan Yogyakarta. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Buat anak-anak yang tumbuh pada era 2000-an, nama Spacetoon mungkin terasa seperti mesin waktu. Begitu mendengar namanya, yang terbayang biasanya adalah televisi berisi kartun yang menemani waktu pagi hingga sore.

Namun, tahukah kamu kalau Spacetoon dulu bukan sekadar saluran kartun dan pernah punya jaringan siaran sampai ke daerah, termasuk Solo dan Yogyakarta?

Baca Juga: Lucu Banget! Mark Lee Main Bareng Anak-Anak, Plot Twist-nya Salah Satunya Anak Pelatih Fisik Persija

Spacetoon Indonesia mulai hadir pada 2005 sebagai televisi yang memang menyasar penonton anak-anak. Siaran resminya dimulai pada Maret 2005 setelah sebelumnya melakukan siaran percobaan.

Pada masa awal, Spacetoon mengudara selama sekitar 16 jam setiap hari, mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.

Konsepnya pun cukup berbeda dibandingkan kebanyakan stasiun televisi saat itu. Sekitar 60 persen program Spacetoon merupakan hiburan anak, sementara 20 persen untuk pendidikan dan 20 persen lainnya berisi informasi lokal.

Jadi, meskipun identik dengan kartun, sejak awal Spacetoon memang tidak hanya mengandalkan animasi.

Serial animasi menjadi salah satu bagian yang paling melekat dari Spacetoon. Berbagai kartun dari Jepang dan negara lain pernah mengisi layarnya. Selain itu, ada pula program anak yang berisi kegiatan seperti menggambar, menjahit, video musik, hingga pertunjukan boneka.

Baca Juga: Ternyata Bintang yang Mati Bisa Tinggalkan Bentuk Aneh, Ada yang Jadi Kupu-Kupu hingga Mata Kucing

Karena konsepnya sebagai televisi berjaringan, Spacetoon kemudian tidak hanya bisa ditonton oleh anak-anak di Jakarta. Jaringannya berkembang ke sejumlah daerah di Indonesia.

Salah satunya adalah TATV atau Televisi Terang Abadi yang mencakup wilayah Yogyakarta, Wonosari, Solo, Sleman, dan Wates.

Artinya, bagi anak-anak di Solo dan sekitarnya yang dulu merasa Spacetoon adalah salah satu tontonan wajib, ada kemungkinan mereka memang menikmatinya melalui jaringan lokal tersebut. Ini juga menjelaskan kenapa nama Spacetoon bisa begitu familiar bagi penonton di berbagai daerah, bukan hanya Jakarta.

Namun, perjalanan Spacetoon tidak berlangsung selamanya. Pada 2013, kepemilikan PT Televisi Anak Spacetoon mengalami perubahan setelah sahamnya diambil alih oleh pihak yang kemudian mengembangkan NET.

Setelah proses tersebut, siaran Spacetoon di jaringan terestrial mulai menghilang dan frekuensinya kemudian digunakan oleh NET.

Perubahan tersebut membuat salah satu televisi anak yang dulu begitu identik dengan kartun akhirnya berganti wajah. Pada Mei 2013, NET resmi melakukan peluncuran dan menggunakan sejumlah frekuensi yang sebelumnya digunakan Spacetoon.

Baca Juga: Dikira Kucing Biasa, Hewan Ini Ternyata Spesies Baru yang Baru Ditemukan Setelah 100 Tahun

Bagi penonton yang saat itu masih kecil, perubahan tersebut mungkin terasa sederhana. Tiba-tiba channel yang biasanya berisi kartun sudah berganti menjadi stasiun televisi dengan berbagai program untuk penonton yang lebih luas.

Padahal, perubahan itu menjadi akhir dari era Spacetoon sebagai televisi anak terestrial yang dikenal banyak orang.

Menariknya, jejak Spacetoon tidak hanya berhenti pada kartun. Pada masa perjalanannya, saluran ini juga sempat memiliki versi siaran lain melalui televisi berlangganan dan satelit.

Jadi, setelah jaringan terestrialnya beralih, nama Spacetoon masih sempat muncul dalam bentuk layanan lain sebelum akhirnya tidak lagi menjadi saluran televisi anak seperti yang dikenal pada masa kejayaannya.

Kalau dipikir-pikir, Spacetoon memang punya tempat tersendiri bagi generasi yang tumbuh pada awal 2000-an. Saat itu, televisi masih menjadi salah satu sumber hiburan utama anak-anak.

Baca Juga: Di Balik Bunyi Gamelan Sekaten, Ada Tradisi Nginang, ini Maksudnya!

Belum ada YouTube, layanan streaming, atau pilihan tontonan yang bisa diputar kapan saja seperti sekarang.

Jadwal menonton pun terasa lebih sederhana. Pulang sekolah, menyalakan televisi, lalu mencari channel yang menayangkan kartun favorit. Spacetoon menjadi salah satu saluran yang menawarkan pengalaman tersebut dengan konsep yang memang sejak awal dibuat untuk anak-anak.

Kini, tentu saja dunia tontonan anak sudah berubah jauh. Kartun tidak lagi harus menunggu jadwal televisi karena bisa ditonton melalui internet dan berbagai layanan streaming. Namun, bagi mereka yang pernah melewati masa tersebut, nama Spacetoon tetap punya asosiasi yang kuat dengan masa kecil.

Jadi, kalau dulu Spacetoon terasa seperti channel yang akan selalu ada di televisi, ternyata perjalanannya cukup panjang. Dari televisi anak yang mulai mengudara pada 2005, berkembang ke sejumlah jaringan daerah termasuk wilayah Solo dan Yogyakarta, hingga akhirnya jaringan terestrialnya berubah menjadi NET pada 2013.

Mungkin itu juga alasan kenapa logo dan nama Spacetoon masih mudah memunculkan rasa nostalgia. Bukan cuma karena kartunnya, tetapi karena channel tersebut pernah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari anak-anak pada zamannya. (Luthfiana Sekar) 

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Berbagai Sumber
televisi spacetoon animasi kartun