SOLOBALAPAN.COM – Lisa BLACKPINK kembali menjadi sorotan setelah membahas kontroversi video lama dari masa trainee dalam dokumenter Always Lalisa. Dalam video tersebut, Lisa dan sejumlah anggota BLACKPINK saat masih menjadi trainee terlihat menyanyikan lagu rap yang memuat sebuah kata yang dikenal sebagai N-word, istilah yang merupakan penghinaan rasial terhadap orang kulit hitam.
Lisa kemudian menyampaikan permintaan maaf dalam wawancara bersama Variety yang dilakukan bertepatan dengan pemutaran perdana Always Lalisa di Toronto International Film Festival (TIFF).
Ia mengatakan saat itu masih tumbuh di Thailand dan belum memahami makna serta konteks dari istilah tersebut. Lisa juga mengatakan bahwa setelah mempelajarinya, ia memahami bahwa penggunaan kata tersebut merupakan sesuatu yang tidak benar.
Baca Juga: Sempat Heboh Isu 'Kezaliman' Internal, Kangen Band Putuskan Lanjut Bermusik Usai Bicara Hati ke Hati
Kontroversi tersebut sebenarnya sudah muncul setelah video lama itu beredar pada 2025. Namun, pembahasannya kembali ramai setelah Lisa mengungkap persoalan tersebut dalam dokumenter terbarunya.
Lantas, apa sebenarnya arti istilah racial slur yang banyak digunakan dalam pemberitaan mengenai kasus tersebut?
Apa Itu Racial Slur?
Secara bahasa, racial slur terdiri atas dua kata, yaitu racial dan slur. Cambridge Dictionary menjelaskan racial sebagai sesuatu yang berkaitan dengan ras, terutama ketika berkaitan dengan perlakuan yang tidak adil atau merugikan berdasarkan ras seseorang. Sementara itu, slur sebagai kata benda dapat berarti kata atau ungkapan ofensif yang digunakan untuk menghina seseorang berdasarkan ras, orientasi seksual, atau karakteristik kelompok tertentu.
Karena itu, racial slur dapat dipahami sebagai kata atau ungkapan penghinaan yang ditujukan kepada seseorang atau kelompok berdasarkan rasnya.
Istilah ini berbeda dari kata kasar biasa. Sebuah kata kasar dapat digunakan untuk menunjukkan kemarahan, kejengkelan, atau emosi tanpa secara khusus menyerang identitas kelompok tertentu. Sementara itu, racial slur memiliki sasaran yang berkaitan dengan identitas rasial.
Baca Juga: My Bias, My Boss: Belajar Mengikuti Kata Hati untuk Berkata Tidak
Dalam kajian linguistik, penggunaan slur juga dapat dipahami bukan hanya dari bentuk katanya, tetapi dari tindakan berbahasa yang dilakukan terhadap kelompok tertentu. Sebuah penelitian yang diterbitkan Cambridge University Press menjelaskan bahwa tindakan slurring dapat digunakan untuk merendahkan seseorang berdasarkan keanggotaannya dalam kelompok tertentu, seperti ras, etnis, gender, atau orientasi seksual.
Kenapa Tidak Ditulis dengan Kata Aslinya?
Dalam pemberitaan mengenai kasus Lisa, media umumnya menggunakan istilah “N-word” alih-alih menuliskan kata tersebut secara lengkap.
N-word merupakan bentuk eufemisme dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk merujuk pada sebuah kata penghinaan rasial terhadap orang kulit hitam tanpa mengucapkannya secara langsung. Penggunaan istilah tersebut menunjukkan bahwa sebuah kata dapat memiliki sejarah dan muatan sosial yang jauh lebih besar daripada sekadar bentuk katanya.
Karena itu, ketika media menulis “Lisa meminta maaf soal penggunaan N-word” atau “Lisa membahas racial slur”, pembaca tidak sedang diarahkan untuk mengetahui atau mengulang kata penghinaan tersebut. Istilah N-word justru digunakan untuk membicarakan kata tersebut tanpa mereproduksi penghinaan yang dimaksud.
Baca Juga: Ryul LNGSHOT Disebut ‘Indo Banget’, Kenapa Wajahnya Bikin Fans Indonesia Salah Fokus?
Mengapa Istilah Racial Slur Muncul dalam Kasus Lisa?
Dalam Always Lalisa, Lisa membicarakan kembali rekaman yang dibuat ketika dirinya dan anggota BLACKPINK masih menjadi trainee di YG Entertainment. Rekaman tersebut kemudian bocor menjelang penampilan solo Lisa di Coachella pada 2025. Dokumenter tersebut juga mengungkap bahwa pihak agensi Lisa saat ini, LLOUD, sempat ingin mengeluarkan pernyataan mengenai persoalan tersebut, tetapi YG Entertainment disebut tidak menyetujui langkah tersebut.
Lisa mengatakan dirinya kini telah belajar mengenai konteks istilah tersebut dan tidak akan menggunakannya lagi. Pernyataan itu membuat istilah racial slur kembali banyak muncul dalam pemberitaan tentang dirinya dan dokumenter Always Lalisa.
Racial slur secara khusus merujuk pada bahasa penghinaan yang menyerang seseorang atau kelompok berdasarkan ras, sedangkan slur sendiri memiliki cakupan lebih luas untuk berbagai bentuk penghinaan terhadap kelompok tertentu.
Editor : Inayah ChoirunisaSumber : Berbagai Sumber