SOLOBALAPAN.COM – Kata privilege kembali ramai dibicarakan setelah Maudy Ayunda memberikan klarifikasi mengenai kontennya tentang mindfulness di tengah pemberitaan buruk. Dalam penjelasannya, Maudy mengakui bahwa kemampuan untuk menjauh sejenak dari berita merupakan sebuah privilege yang tidak dimiliki semua orang.
Penggunaan kata tersebut menarik karena privilege sebenarnya bukan istilah baru. Kata ini sudah lama digunakan dalam bahasa Inggris, tetapi dalam beberapa tahun terakhir semakin sering muncul dalam percakapan di media sosial Indonesia, terutama ketika masyarakat membicarakan pendidikan, ekonomi, pekerjaan, gender, keluarga, hingga kesempatan hidup.
Lalu, sebenarnya apa arti privilege dan kenapa kata tersebut begitu sering digunakan?Baca Juga: “Si Huma” Bukan Sekadar Kartun, Ceritanya Kenalkan Anak pada Lingkungan dan Kehidupan Sosial
“Privilege” Berarti Hak Istimewa
Dalam bahasa Indonesia, privilege memiliki padanan privilese. Kata tersebut tercatat sebagai nomina dalam KBBI dan berarti “hak istimewa”.
Sementara itu, dalam bahasa Inggris, privilege memiliki makna yang lebih luas. Merriam-Webster mencatat sejumlah pengertian yang berkaitan dengan hak, keuntungan, atau perlakuan khusus yang diberikan kepada seseorang atau kelompok tertentu.
Jadi, privilege pada dasarnya merujuk pada sesuatu yang membuat seseorang memiliki akses atau keuntungan tertentu yang tidak otomatis dimiliki orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, bentuknya bisa sangat beragam. Seseorang mungkin memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih baik karena kondisi ekonomi keluarganya. Orang lain mungkin mempunyai jaringan sosial yang membuatnya lebih mudah mendapatkan informasi pekerjaan. Ada pula orang yang memiliki pilihan lebih banyak karena kondisi tempat tinggal, pekerjaan, kesehatan, atau lingkungan keluarganya.
Baca Juga: “Alon-Alon Waton Kelakon”, Filosofi Jawa yang Bisa Jadi Penawar FOMO Gen Z
Asalnya Ternyata dari Bahasa Latin
Kalau ditelusuri lebih jauh, kata privilege memiliki sejarah yang cukup panjang.
Dictionary.com mencatat bahwa kata tersebut berasal dari bahasa Latin privilegium, yang secara harfiah berkaitan dengan “hukum untuk seseorang secara khusus”. Dari gagasan mengenai aturan atau hak yang diberikan secara khusus tersebut, makna privilege kemudian berkembang menjadi keuntungan atau hak istimewa yang dinikmati individu atau kelompok tertentu.
Artinya, sejak awal perkembangannya, kata ini memang berkaitan dengan perlakuan khusus.
Kenapa Sering Muncul di Media Sosial?
Popularitas kata privilege di media sosial tidak terlepas dari semakin seringnya masyarakat membicarakan pengalaman hidup yang berbeda.
Media sosial mempertemukan orang-orang dengan latar belakang yang sangat beragam. Seseorang dapat melihat bahwa pengalaman kuliah, mencari pekerjaan, bepergian, membeli rumah, atau bahkan mengikuti tren tertentu ternyata tidak bisa dilakukan dengan cara yang sama oleh semua orang.
Dari sinilah kata privilege sering digunakan untuk menjelaskan adanya kondisi yang mungkin tidak terlihat dari luar.
Misalnya, seseorang yang bisa memilih untuk berhenti membaca berita selama beberapa hari mungkin memiliki kondisi yang berbeda dengan orang yang pekerjaannya bergantung pada informasi tersebut atau orang yang keluarganya sedang terdampak langsung oleh sebuah peristiwa.
Dalam konteks seperti itu, mengatakan seseorang memiliki privilege tidak selalu berarti menuduh orang tersebut melakukan kesalahan. Istilah tersebut dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa setiap orang memiliki titik awal, akses, dan pilihan yang berbeda.
Baca Juga: SpongeBob, Patrick, hingga Squidward Punya “Social Battery” Berbeda, Kamu Mirip Siapa?
“Privilege” Bukan Berarti Hidup Seseorang Selalu Mudah
Salah satu kesalahpahaman yang sering muncul adalah anggapan bahwa memiliki privilege berarti seseorang tidak pernah mengalami kesulitan.
Padahal, konsep tersebut lebih berkaitan dengan keuntungan tertentu dalam konteks tertentu.
Seseorang bisa memiliki privilege dalam satu aspek kehidupan, tetapi tidak dalam aspek lainnya. Misalnya, seseorang dapat memperoleh akses pendidikan yang baik karena kondisi keluarganya, tetapi tetap menghadapi persoalan lain yang tidak berkaitan dengan akses pendidikan tersebut.
Karena itu, kata privilege sebaiknya tidak dipahami secara sederhana sebagai “orang kaya” atau “orang yang hidup enak”.
Maknanya jauh lebih luas karena berkaitan dengan akses dan keuntungan yang dimiliki seseorang berdasarkan kondisi tertentu.
Dari Istilah Asing Menjadi Kosakata Percakapan
Menariknya, masyarakat Indonesia kini tidak hanya menggunakan bentuk bahasa Inggris privilege. Bentuk privilese juga sudah masuk ke dalam kosakata bahasa Indonesia.
Namun, dalam percakapan sehari-hari, bentuk privilege masih sangat sering digunakan, terutama di media sosial. Penggunaannya juga kerap muncul bersama kata-kata lain seperti class privilege, pretty privilege, atau financial privilege.
Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana sebuah istilah asing dapat hidup berdampingan dengan bentuk yang telah diserap ke dalam bahasa Indonesia.
Kata privilege pun akhirnya tidak lagi hanya muncul dalam pembicaraan akademik atau hukum. Istilah tersebut masuk ke percakapan sehari-hari untuk membahas pengalaman yang sebelumnya mungkin hanya dijelaskan dengan kalimat panjang seperti “dia punya kesempatan lebih besar karena kondisi tertentu”.
Jadi, Kenapa “Privilege” Sering Dipakai?
Penggunaan privilege yang semakin umum di media sosial menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap kata yang dapat merangkum persoalan tentang akses, kesempatan, dan keuntungan yang tidak dimiliki semua orang.
Dalam kasus Maudy Ayunda, kata tersebut digunakan untuk mengakui bahwa kemampuan mengambil jarak dari berita buruk bukanlah pengalaman yang bisa dilakukan semua orang dalam kondisi yang sama. Maudy kemudian meminta maaf dan menjelaskan bahwa mindfulness yang ia maksud bukan untuk mengajak orang menjadi tidak peduli terhadap persoalan di sekitarnya.
Jadi, ketika kata privilege muncul dalam percakapan media sosial, maknanya tidak selalu sekadar “punya uang” atau “hidup lebih enak”.
Lebih luas dari itu, privilege digunakan untuk membicarakan keuntungan, akses, atau pilihan tertentu yang dimiliki seseorang karena kondisi yang tidak otomatis dimiliki orang lain.
Sementara dalam bahasa Indonesia, istilah tersebut sudah memiliki bentuk baku privilese, yang berarti hak istimewa. Dari sebuah istilah yang awalnya berkaitan dengan aturan khusus bagi seseorang, privilege kini berkembang menjadi kata yang sering digunakan untuk membicarakan perbedaan pengalaman hidup di tengah masyarakat.
Editor : Inayah ChoirunisaSumber : Berbagai Sumber